Perpusda Manokwari Imbau Sekolah dan Masyarakat Waspada Modus Penjualan Buku

Oknum tersebut tidak hanya menyeret nama Perpusda melainkan menyeret nama Kabid Perpustakaan ketika melakukan penawaran dan penjualan buku.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/INFAK INSASWAR MAYOR
IMBAUAN - Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpusda Manokwari Wiwik Hariawan mengimbau masyarakat dan pihak sekolah mewaspadai modus penjualan buku mengatasnamakan Perpusda, pada Kamis (3/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusda) Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat mengimbau pihak sekolah dan masyarakat di wilayah setempat mewaspadai modus penjualan buku yang mengatasnamakan Perpusda.

"Saya sudah mendapat tiga laporan terkait penjualan buku," Kepala Bidang Perpustakaan, Perpusda Manokwari, Wiwik Hariawan saat ditemui awak media, Kamis (3/11/2022).

Baca juga: Perpustakaan di Papua Barat Harus Bertransformasi, Adaptasi Perkembangan Teknologi

Baca juga: Peringati Hari Perpustakaan Internasional, SMP Negeri 6 Manokwari Gelar Lomba Dongeng

Baca juga: Hofni Maryen Kuli Bangunan Jadi Pengelola Perpustakaan Kampung di Distrik Sidey Manokwari

Ia menjelaskan, oknum tersebut tidak hanya menyeret nama Perpusda melainkan menyeret nama Kabid Perpustakaan ketika melakukan penawaran dan penjualan buku.

Hal itu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan terulang kembali pada Oktober 2022.

"Sudah dari lama kejadian seperti ini, hanya saya abaikan saja," tutur Wiwik Hariawan.

Pihak dinas telah menginformasikan modus penjualan buku itu ke seluruh sekolah dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Manokwari.

Modus penipuan yang menawarkaan buku dilakukan oknum tertentu dengan menggunakan kartu tanda anggota Perpusda Manokwari.

"Kami juga menyampaikan motif penjualan ini ke pihak sekolah," ujarnya.

Baca juga: Sambut HUT ke-77 Indonesia, Dinas Perpustakaan Gelar Ragam Lomba, Pesertanya Staf dan Masyarakat

Baca juga: Gencarkan Budaya Literasi, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sorong Buka Pojok Baca Digital

Kendati demikian, Perpusda belum memastikan jenis buku yang dijual oleh oknum kepada target (perorangan dan sekolah).

Perpusda Manokwari juga belum berencana melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwenang sebab korban penipuan tidak mengalami kerugian material.

"Syukurnya itu, mereka tidak percaya penjualnya," pungkas Wiwik Hariawan.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved