Breaking News:

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

5 Jam Pemeriksaan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan Dicecar 35 Pernyataan Tambahan

Dalam pemeriksaan kedua sebagai saksi tragedi Kanjurahan itu, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan membawa setumpuk dokumen.

Editor: Tarsisius M
MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, lima jam diperiksa di Mapolda Jatim sebagai saksi dalam kasus tragedi Kanjuruhan, Kamis (3/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, lima jam diperiksa di Mapolda Jatim, Kamis (3/11/2022).

Iwan Bule, sapaan Mochamad Iriawan, diperiksa sebagai saksi dalam tragedi Kanjuruhan yang total menewaskan 135 orang.

Kasus tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022/2023 pada 1 Oktober 2022. Laga tersebut berakhir ricuh.

Pemeriksaan Ketua Umum PSSI tersebut mulai dari sekira pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Ia dicecar 35 tambahan pertanyaan dari tim penyidik.

Baca juga: Komnas HAM Sebut PSSI Langgar Aturan Sendiri dan Regulasi FIFA dalam Tragedi Kanjuruhan 

Dalam pemeriksaan kedua sebagai saksi tragedi Kanjurahan itu, Iwan Bule membawa setumpuk dokumen.

"Dokumen banyak, yang jelas untuk pendukung para penyidik," kata Mochamad Iriawan yang datang didampingi kuasa hukumnya, Ahmad Riyadh.

Menurut Ahmad, kliennya ditanya seputar fungsi PSSI, regulator, kompetisi, dan penanggung jawab pertandingan.

Iwan Bule pertama kali diperiksa sebagai saksi kasus tragedi Kanjuruhan pada Kamis (20/10/2022). Pemeriksaan kedua seharusnya pada Kamis (27/10/2022).

Ia tidak datang dan meminta pergantian jadwal karena harus menghadiri rapat PSSI dengan FIFA.

Baca juga: PSSI Rencana Mempercepat Kongres Luar Biasa, Kirim Surat ke FIFA

Ekshumasi Korban

Polres Malang menyiapkan teknis pengamanan proses ekshumasi dua korban tragedi Kanjuruhan, di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Sabtu (5/11/2022).

 Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, memastikan proses ekshumasi akan aman dan lancar.

"Sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga korban atau pemohon," kata Kholis, Kamis (3/11/2022).

Polres Malang akan menerjunkan 250 personel untuk mengamankan proses ekshumasi tersebut.

Tujuannya agar warga yang melihat proses itu tidak mengganggu proses autopsi yang dilakukan dokter, penyidik, dan pengawas.

Polres Malang menyiapkan peralatan yang dibutuhkan tim dokter forensik dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim untuk keperluan ekshumasi.

Kholis mengatakan proses ekshumasi korban dapat dilaksanakan di lapangan, tergantung cuaca.

Menurutnya, hanya tim dokter yang bisa memastikan lamanya proses ekshumasi korban tragedi Kanjuruhan itu.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved