Berita Manokwari

Menilik Keindahan Gereja Katolik St Agustinus Manokwari, Akulturasi Budaya Papua dan Katolik

Menilik Keindahan Gereja Katolik St Agustinus Manokwari, Akulturasi Budaya Papua dan Katolik jadi destinasi wisata religi di Manokwari

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
ALKUTURASI BUDAYA - Tampak depan Gereja Katolik St Agustinus Manokwari di Jalan Brawijaya nomor 40, Manokwari Timur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Gambar diambil saat peringatan ulang tahun ke-85 Paroki Agustinus Manokwari, Minggu (28/7/2022), peringatan yang sama dengan wafatnya Santo Agustinus, pujangga Gereja Katolik sekaligus pelindung paroki. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gereja Katolik Santo (St) Agustinus Manokwari merupakan satu dari sekian ikon yang ada di Kota Injil sebutan untuk Kabupaten Manokwari.

Rumah ibadah bagi umat Katolik itu, memadukan tradisi gereja Katolik dan budaya Papua.

Hingga menara loncengnya yang berwarna emas, berdiri menjulang setinggi 31 meter di atas bukit Jalan Brawijaya nomor 40, Kelurahan Manokwari Timur, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Baca juga: Puncak Perayaan HUT ke-85 Paroki St Agustinus Manokwari, Uskup: Momen Syukur dan Kenang Sejarah

Baca juga: Bupati Hermus Indou Apresiasi 85 Tahun Pelayanan Paroki Santo Agustinus di Manokwari

Pastor Paroki St Agustinus Manokwari RD Januarius Vaenbes mengatakan, dalam kearifan lokal maka bangunan gereja mengadopsi honai atau rumah adat Suku Dani.

"Kalau dalam tradisi gereja, bangunan gereja terinsipirasi dari monstran," kata RD. Januarius Vaenbes, kepada tribunpapuabarat.com di Manokwari, Minggu (27/11/2022).

Monstran adalah wadah yang digunakan untuk memajang Hosti yang sudah dikonsekrasi dalam upacara Adorasi Ekaristi atau Pemberkatan Sakramen Maha Kudus.

Lanjut Pastor Januarius, Gereja St Agustinus Manokwari didesain oleh Ignatius Tatang yang terinspirasi monstran sehingga mendesain gedung gereja menjadi bulat penuh atau laiknya honai.

Pembangunan Gereja St Agustinus Manokwari dimulai setelah peletakan batu pertama oleh Uskup Manokwari-Sorong, Mgr Hilarion Datus Lega pada Kamis, (11/9/2014) lalu.

Panitia pembangunan gereja yang diketuai Alexander Irsiandi berhasil menyelesaikannya dalam kurun waktu 10 bulan.

"Pemberkatan dan peresmian gereja bertepatan dengan peringatan 80 tahun Paroki Agustinus, Minggu, 27 Agustus 2017," terang RD. Januarius Vaenbes.

Akulturasi budaya Papua dalam Gereja Katolik St Agustinus Manokwari juga bisa dilihat dari desain interiornya.

Ukiran khas Papua dan motif tifa yang melambangkan suka cita orang Papua juga banyak dijumpai di dalam gedung gereja seluas 2.054 m2 itu.

"Banyaknya pilar gereja juga kalau dilihat mengadopsi rumah Kaki Seribu, rumah Adat Suku Arfak," tuturnya.

Tak lama setelah peresmian gereja, tepatnya pada Minggu, (15/7/2018), batu pertama pembangunan menara lonceng Gereja Katolik St Agustinus diletakkan oleh Mgr Hilarion Datus Lega.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved