Profil Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, Pernah Jual Pisang Goreng Keliling Kampung

Luksen Jems Mayor menampik rasa malu untuk bersuara lantang menawarkan pisang goreng saat berjualan keliling kampung

TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
KANWIL KEMENAG - Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, saat ditemui di ruang kerjanya di Manokwari, Papua Barat, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Ribuan anak tangga menuju kesuksesan ditapaki Luksen Jems Mayor hingga menjabat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat.

Mulai dari berjualan pisang goreng keliling kampung hingga menahan lapar dan makan sehari sekali.

Bagi Luksen Jems Mayor, hal itu menjadi bumbu-bumbu kehidupan yang membuat hidup lebih berwarna.

"Semua sudah dilewati dengan sukacita. Kalau tidak seperti itu cerita, mungkin saya tidak bisa seperti sekarang," kata Luksen Jems Mayor saat ditemui TribunPapuaBarat.com di ruang kerjanya di Manokwari, Senin (28/11/2022).

Luksen sapaan Luksen Jems Mayor, mengatakan berjualan pisang goreng keliling itu adalah cerita ketika ia bocah.

Sebagai anak tertua dari delapan bersaudara, Luksen sudah dini memikul tanggung jawab besar di pundaknya.

Baca juga: Viral Fenomena Selebriti Adopsi Spirit Doll, Kementerian Agama: Bertentangan dengan Nilai Tauhid

Bagi Luksen, sang ayah Yohanes Mayor, yang bekerja sebagai guru sangat berjasa menanamkan arti kerja keras kepadanya.

Ditambah sang ibu, Angelina Womsiwor yang sehari-hari adalah seorang ibu rumah tangga, mengajarkan Luksen makna kesabaran dan berpikir kreatif.

"Mama dengan sabar buat kue untuk kami anak-anaknya bantu jual. Hasilnya nanti untuk penghasilan tambahan keluarga dan uang jajan kami," tutur pria kelahiran Mapura Sorong, 19 Desember 1972, itu.

Mengetahui niat baik sang ibu saat menyuruhnya berjualan kue, Luksen pun menampik rasa malu untuk bersuara lantang menawarkan pisang goreng keliling Kampung Tampa Garam, Kota Sorong.

Menurut Luksen, kesadaran akan beratnya perjuangan orang tua demi menyekolahkannya, menjadi pelecut agar serius belajar.

Baca juga: Kisah Pak Marien, Pernah Alami Jalan Kaki 2 Hari ke Sekolah di Papua Barat Hingga Sekolah Dipalang

Luksen pun memetik buah manis dari kegigihannya belajar. Ia lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri, program sarjana administrasi negara di Universitas Cenderawasih (Uncen) Papua.

"Waktu itu di kampung saya, hanya dua orang yang berangkat kuliah. Termasuk saya," ujar ayah tiga anak itu.

Seiring waktu, ucap Luksen Jems Mayor, euforia masuk kuliah berganti menjadi nestapa.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved