Jika Resmi Jadi Panglima TNI, Yudo Margono Diminta Teruskan Gagasan Andika Perkasa untuk Papua

Calon pengganti Andika Perkasa adalah KSAL Laksamana Yudo Margono yang diajukan sebagai calon tunggal oleh Presiden Joko Widodo.

Editor: Tarsisius M
Tribunnews
Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, meyakini KSAL Laksamana Yudo Margono menjadi panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang pensiun pada Desember 2022. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, JAYAPURA - Penanganan konflik di Papua akan menjadi satu di antara tugas utama Panglima TNI yang baru.

Proses pergantian Panglima TNI masih berlangsung. Jenderal Andika Perkasa segera memasuki masa pensiun.

Calon pengganti Andika Perkasa adalah KSAL Laksamana Yudo Margono yang diajukan sebagai calon tunggal oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Direktur Imparsial, Gufron Mabruri,  jika resmi menjadi Panglima TNI, Yudo Margono diharapkan segera mengevaluasi kebijakan penanganan konflik di Papua.

Ia mengatakan kekerasan terhadap warga sipil sering terjadi di Bumi Cenderawasih.

Baca juga: Andika Perkasa Segera Pensiun, Pengamat Militer Yakin Yudo Margono Jadi Panglima TNI

"Panglima TNI yang baru segera mengevaluasi dan mengoreksi semua bentuk perbantuan TNI (operasi militer selain perang/OMSP) yang bertentangan dengan Undang-undang TNI," kata Gufron Mabruri dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Rabu (30/11/2022).

Khusus di Papua, ucapnya, operasi militer sering berdampak buruk terhadap kekerasan politik dan pelanggaran HAM.

Karena itu, Gufron Mabruri mengatakan panglima TNI berikutnya harus berkomitmen untuk menghormati hak asasi manusia termasuk bagi warga sipil di wilayah konflik.

"Pada konteks ini, selain perlunya peningkatan kesadaran terhadap hukum dan HAM, akuntabilitasnya juga perlu ditegakkan," ujar Gufron Mabruri.

Ia juga berharap Yudo Margono meneruskan gagasan Andika Perkasa untuk mengubah pendekatan penanganan konflik di Papua.

Baca juga: Panglima TNI Andika Perkasa Segera Pensiun, Pemerintah Ajukan Laksamana Yudo Margono Pengganti

"Mengubah pendekatan keamanan di Papua dari militeristik ke kemanusiaan sebagai sebuah inisiatif, kebijakan yang diinisiasi oleh panglima TNI sebelumnya, penting untuk dijalankan secara nyata dan konsisten," ucapnya

Pada Senin (28/11/2022), Presiden Joko Widodo mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke DPR soal penunjukan Yudo Margono untuk menjadi calon Panglima TNI.

Setelah menerima Surpres itu, Komisi I DPR RI segera melakukan uji kepatutan dan kelayakan pada Yudo Margono.

Menurut Gufron, proses pergantian panglima TNI adalah momentum buat melakukan perbaikan di tubuh TNI.

"Pergantian panglima TNI harus ditujukan untuk mendorong perbaikan, khususnya terkait agenda reformasi TNI yang selama ini jalan di tempat," ucap Gufron Mabruri. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Calon Panglima TNI Diharap Mau Utamakan Kemanusiaan Tangani Konflik Papua"

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved