Petisi Rakyat Papua Sekber Sorong Demo Tuntut Hak Menentukan Nasib Sendiri

"Kami semua di sini akan terus berjuang, meski kami banyak tapi kami satu," kata Welfin Kareth kepada TribunPapuaBarat.com.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK
UNJUK RASA - Seorang perempuan asli Papua memegang atribut Papua Merdeka saat unjuk rasa damai di Kota Sorong dalam rangka memperingati 61 tahun deklarasi kemerdekaan West Papua, Kamis (1/12022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Petisi Rakyat Papua Sekber Sorong menggelar unjuk rasa damai, dalam rangka memperingati 61 tahun deklarasi kemerdekaan West Papua.

Aksi ini berlangsung di Jalan Jenderal Achmad Yani, Klademak, Kota Sorong, pada Kamis (1/12/2022).

Kordinator aksi, Welfin Kareth mengatakan, aksi itu diikuti oleh sedikitnya seratus lebih orang asli Papua yang berdomisili di Sorong.

"Kami semua di sini akan terus berjuang, meski kami banyak tapi kami satu," kata Welfin Kareth kepada TribunPapuaBarat.com.

Baca juga: 61 Tahun Deklarasi West Papua, Petisi Rakyat Papua Sekber Sorong Gelar Unjuk Rasa

Baca juga: Bintang Kejora Berkibar di Terminal Wosi, Kapolres Manokwari: Tidak Ada Kaitan dengan Wakil Presiden

Tuntutan masa aksi adalah meminta agar Pemerintah Indonesia memberikan kemerdekaan dan menentukan nasib sendiri bagi masyarakat Papua.

Perjuangan tersebut akan terus dilakukan oleh masyarakat asli Papua hingga memperoleh hak menentukan nasib sendiri.

"Tuntutan kami hanya satu yakni menuntut hak menentukan nasib hidup sendiri," ungkap dia.

Baca juga: Kibarkan Bendera Bintang Kejora di Terminal Wosi Manokwari, 3 Orang Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca juga: 15 Orang Diperiksa Polres Manokwari, Kibarkan Bendera Bintang Kejora dan Teriak Papua Merdeka

Baca juga: Bendera KNPB dan Bintang Kejora Berkibar saat Pemakaman Abraham Matte di Sorong

Pantauan TribunPapuaBarat.com, unjuk rasa damai itu berlangsung di depan pusat perbelanjaan Kota Sorong dan Rumah Sakit Angkatan Laut sekira pukul 10.00 WIT.

Para pengunjuk rasa membawa sejumlah spanduk, pamflet dan atribut.

Dalam orasi, pengunjuk rasa mengkritisi sejumlah hal termasuk penindasan terhadap orang Papua.

Massa aksi meminta pemerintah Indonesia segera menarik semua pasukan militer di wilayah teritorial West Papua.

Aksi ini mendapat pengawalan dari aparat Kepolisian Resor Sorong Kota.

Polisi tampak bersiaga di sekitar lokasi unjuk rasa.

Hingga pukul 10.45 WIT, unjuk rasa masih berlanjut. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved