Bupati Hermus Indou Optimis Serapan APBD Manokwari 2022 Capai 95 Persen
"Di Manokwari kita sudah mendekati 70 persen serapan anggaran," kata Hermus Indou kepada awak media, Jumat (2/12/2022).
Penulis: redaksi | Editor: Elias Andi Ponganan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/bupati-hermus.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari, Provinsi Papua Barat, Hermus Indou optimis serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 berjalan maksimal.
Hingga kini, kinerja penyerapan anggaran hampir mencapai 70 persen dari total ABPD Manokwari 2022.
"Di Manokwari kita sudah mendekati 70 persen serapan anggaran," kata Hermus Indou kepada awak media, Jumat (2/12/2022).
Baca juga: Pemkab Manokwari Gelar Pesta Rakyat, Bupati Hermus Indou: Kado untuk Masyarakat
Baca juga: Dana Otsus Papua Barat 2022 Capai Rp 4,69 Triliun, Realisasi Penyaluran 5 Pemda Sudah 100 Persen
Ia yakin bahwa serarapan anggaran terus mengalami peningkatan sebelum akhir tahun 2022.
Ia memperkirakan selama tiga pekan ke depan serapan mampu menyentuh level 95 persen.
"Kalau mencapai angka sempurna 100 persen sangatlah jauh," kata Bupati Hermus Indou.
Baca juga: Satpol PP Manokwari Dapat Bantuan Mobil Pemadam Kebakaran, Ini Pesan Bupati Hermus Indou
Baca juga: Bupati Manokwari Hermus Indou Minta Pelajar Aktif Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk menggenjot serapan APBD untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Serapan APBD harus menjadi prioritas kepala daerah dibandingkan peningkatan realisasi pendapatan melalui investasi.
Berdasarkan data dari Menteri Keuangan, hingga akhir Oktober 2022 dana pemerintah daerah yang mengendap di perbankan mencapai Rp278,83 triliun.
Jokowi menyebutkan, realisasi dari dana tersebut akan memicu perekonomian daerah di tengah situasi yang sulit saat ini.
Presiden mengatakan telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk melakukan pengecekan terkait anggaran yang masih mengendap.
Jokowi mengungkapkan bahwa besaran realisasi belanja nasional lebih tinggi dibanding realisasi belanja daerah.(*)