Natal dan Tahun Baru di Papua Barat

Penantian Natal, Pesan Menyentuh Kakanwil Kemenag Papua Barat Ajak Masyarakat Fokus Persiapan Batin

Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor mengingatkan masyarakat untuk fokus persiapan batin.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
KANWIL KEMENAG - Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, saat ditemui di ruang kerjanya di Manokwari, Papua Barat, Senin (28/11/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Umat Kristen di seluruh Indonesia telah memasuki masa penantian Natal atau dikenal masa Adven.

Hari raya yang jatuh tiap 25 Desember itu, mengenang kelahiran Yesus Kristus, Sang Juru Selamat Dunia.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor mengingatkan masyarakat untuk fokus persiapan batin.

"Lebih ke persiapkan hati dan jaga harmonisasi,'" ujar Luksen Jems Mayor kepada TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Minggu (3/12/2022).

Baca juga: Indeks Toleransi Papua Barat Lampaui Nasional, Kakanwil Kemenag: Persaudaraan di Atas Segala-galanya

Kakanwil Kemenag Papua Barat membeberkan, Natal kali ini dibingkai tema '...Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain'.

Sesuai yang ditetapkan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

"Tema itu adalah kutipan Injil Matius 2:12," terang Luksen sapaan Luksen Jems Mayor.

Dia berpandangan, ‘jalan lain’ yang dimaksud bukanlah jalan sesat, melainkan jalan keselamatan dan perdamaian. Lantaran, jalan itulah yang ditunjuk Tuhan, Sang Raja Damai.

Sehingga, Luksen berharap segenap umat Kristen memaknai tema tersebut, sebagai kesempatan untuk rekoleksi diri.

"Kalau yang sudah ada di jalan Tuhan, cari hikmat Tuhan. Bagi yang masih di luar jalur, kembali ikut 'jalan lain' itu," papar Luksen.

Baca juga: Profil Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, Pernah Jual Pisang Goreng Keliling Kampung

Kendati toleransi beragama di Papua Barat sudah cukup baik, Luksen tetap mengimbau seluruh masyarakat untuk mempertahankan bahkan meningkatkan perwujudan toleransi.

Pasalnya, menurut Luksen, di Papua Barat dan wilayah Indonesia Timur lainnya, nilai persaudaraan melebihi nilai kehidupan lainnya, bahkan agama.

Persaudaraan di tengah kebhinekaan itulah, bagi Luksen membuat indeks toleransi kerukunan umat beragama di Papua Barat mencapai 82 persen pada tahun ini.

Angka tersebut melampaui indeks toleransi kerukunan umat beragama nasional yang berkisar 74 - 78 persen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved