Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Papua Barat Meningkat, Ini Penyebabnya

Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas di Papua Barat Meningkat, Ini Penyebabnya karena sebagian pengendara kendaraan bermotor dipengaruhi minuman keras

TRIBUNPAPUABARAT.COM/Petrus Bolly Lamak
DATA KECELAKAAN - Dirlantas Polda Papua Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan 50 persen kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut dipengaruhi oleh minuman keras (Miras) Selasa (6/12/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Jumlah kecelakaan lalu lintas periode 2022 (Januari-November) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, angka kecelakaan lalu lintas 2022 berjumlah 652 kasus.

Jumlah itu ucap Raydian, cukup tinggi dibandingkan tahun 2021.

Baca juga: Kasus Lakalantas di Manokwari Turun, Kasat Lantas: Fatalitas Masih Tinggi

Baca juga: Kapolri Listyo Sigit Prabowo Larang Polantas Tilang Manual untuk Pelanggar Lalu Lintas

"Ada peningkatan kurang lebih 100 kasus yang terdata dari Januari sampai November 2022," kata Raydian kepada tribunpapuabarat.com, Selasa (6/12/2022).

Menurutnya, dari jumlah kecelakaan lalu lintas itu, 50 persen disebabkan karena pengaruh minuman keras (Miras).

"Dapat kami sampaikan bahwa 50 persen kecelakaan di Papua Barat ini dipengaruhi oleh mabuk," ujarnya.

Diungkapkannya, dari 652 kasus, sebanyak 122 orang meninggal dunia, 316 luka berat dan 698 luka ringan dengan kerugian materil sebanyak Rp 3,5 miliar.

Lanjut dia, untuk penyelesaian kasus laka lantas di polres se-Papua Barat dari Januari-November sebanyak 74.

"Pelanggaran berulang kali yang dilakukan masyarakat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas terus ditangani," ucapnya.

Dibeberkannya, untuk tilang dan teguran tahun 2022 pun mengalami peningkatan dengan jumlah 4.178.

"2021 karena mengalami pandemi sehingga landai," jelasnya.

"Ini tilang yang dilaksanakan manual dan dilaksanakan teguran polres yang tadi kami sampaikan kami terima kasih kepada para Kasat lantas yang sudah melaksanakan tindakan hukum secara bijak," tambahnya.

Pelaksanaan tindakan tilang oleh anggota kepada masyarakat yang melanggar dilaporkan mulai dari tahap sosialisasi sejak April 2022.

Tahap penindakan dari April sampai akhir November yang tervalidasi ada 7.053 kasus.

"Tapi masih banyak masyarakat yang sadar juga untuk mematuhi lalu lintas," katanya.

Ia berujar, ada 218 kasus yang sudah terselesaikan dengan denda yang sudah dibayarkan melalui tilang sekitar Rp 53 juta.

"Kita melaksanakan analisa evaluasi dan terus bua laporkan," pungkasnya.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved