Anak Wapres Ma'ruf Amin Sebut Dunia Kampus di Indonesia Disusupi Paham Radikal Berlebel Agama

Putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan di lingkungan kampus telah menjadi target atau sasaran dari penyebaran paham radikalisme agama.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Roifah Dzatu Azmah
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
KULIAH UMUM - Putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin Dr Siti Nur Azizah Ma'ruf memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STIH Caritas Papua dan STIE Mah-Eisa Manokwari, Rabu (7/12/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin Dr Siti Nur Azizah Ma'ruf mengatakan di lingkungan kampus telah menjadi target atau sasaran dari penyebaran paham radikalisme agama.

Hal itu disebut Putri Ma'ruf Amin, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa STIH Caritas Papua.

"Kampus ini telah menjadi sasaran dari ajaran radikalisme agama," ujar Azizah, kepada mahasiswa di STIH Caritas Manokwari, Rabu (7/12/2022).

Baca juga: Kabid Bina Marga PUPR Papua Barat Sebut Kemantapan Jalan di Papua Barat Meningkat 66 Persen

Azizah menuturkan, prosesnya bisa melalui dorongan pemikiran yang mendistorsi atau perubahan bentuk aslinya.

"Biasanya membuat kebencian terhadap negara barat," tuturnya.

"Kesenjangan biasanya dibenturkan dengan negara dan agama, sehingga ada distorsi jadi diajak memili pancasila atau agama A," jelas Azizah.

Sehingga, Azizah memandang sangat diperlukan kehadiran mahasiswa yang memiliki cara pandang secara toleran.

"Generasi muda harus memiliki cara pandang yang toleran dan moderat agar bisa menyikapi kondisi saat ini," katanya.

Baca juga: Anak Wapres Maruf Amin Bekali Mahasiswa STIH Caritas Papua dan STIE Manokwari soal Konflik Sosial

Azizah berharap, generasi muda harus memiliki pemikiran kritis dan toleran, agar bisa lebih tajam dalam menganalisis paham radikal di dalam kampus.

"Mahasiswa harus bisa kritis dan tidak begitu saja menerima sebuah paham secara mentah-mentah," tegasnya.

Mahasiswa harusnya bisa membedakan paham yang baik dan tidak baik.

"Saya minta agar persoalan radikalisme harus bisa dilakukan melalui kawan sebaya dari generasi muda yang berpikir kritis dan toleran," pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved