Masyarakat Fef Raya Dorong Pembentukan Lembaga Adat Tambrauw

"Selama 14 tahun kita berada di masing-masing rumah yang kecil di suku-suku kita. Oleh karena itu, mari kita bentuk rumah yang sedikit besar,"

TRIBUNPAPUABARAT.COM/ISTIMEWA
LEMATA - Sosialisasi pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (Lemata) di Kampung Wayo, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Dukungan atas pelaksanaan musyawarah adat (Musdat) pembentukan Lembaga Masyarakat Adat Tambrauw (Lemata) terus berdatangan.

Kali ini, dukungan datang dari masyarakat adat yang berada di kawasan Ibu Kota Kabupaten Tambrauw, Fef Raya.

Sesuai dengan perencanaan, musdat pembentukan Lemata dijadwalkan pada 19-21 Januari 2023 mendatang.

Dukungan itu dilontarkan masyarakat adat Fef Raya ketika mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Kampung Wayo, Distrik Fef, Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Profil Kabupaten Tambrauw, Daerah Terluas di Provinsi Papua Barat Daya dengan Penduduk Terkecil

Baca juga: Kisah Bripka Septinus Arui, Polisi yang Pernah Jadi Guru di Pedalaman Tambrauw

Pembentukan Lemata dapat menjadi wadah bagi empat suku besar di Tambrauw yakni, Abun, Miyah, Ireres dan Mpur.

Kepala Suku Miyah Tambrauw, Ignasius Baru mengatakan, selama ini masing-masing suku di Tambrauw berjalan dengan sendiri-sendiri.

Oleh karena itu, perlu wadah untuk mengakomodir semua suku di Tambrauw dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang selama ini belum diperhatikan secara serius oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

"Selama 14 tahun kita berada di masing-masing rumah yang kecil di suku-suku kita. Oleh karena itu, mari kita bentuk rumah yang sedikit besar," kata Ignasisu Baru melalui rilis pers yang diterima Tribunpapuabarat.com, Jumat (9/12/2022).

Baca juga: Produksi Tukik Meningkat Tajam di Pantai Jeen Womon Tambrauw

Baca juga: Kampung Resye dan Womom di Kabupaten Tambrauw Jadi Pilot Project Green Village

Ignasius mengajak semua masyarakat adat yang ada di wilayah Suku Miyah untuk bersama-sama memberikan dukungan, sehingga pelaksanaan musdat pembentukan Lemata bisa dapat terealisasi.

Dengan begitu, hak-hak masyarakat adat kedepan bisa diperjuangkan dan diperhatikan dengan baik. 

"Mari kita satukan pikiran untuk mendukung pembentukan Lemata, sehingga ke depan bisa menjadi wadah koordinasi dan dapat memperjuangkan hak-hak masyarakat adat yang ada di masing-masing suku di Tambrauw," ujarnya.

Baca juga: Ini Pernyataan Sikap Masyarakat Suku Arfak soal Pengembalian Empat Distrik dari Tambrauw

Baca juga: Tingkatkan Petani Tambrauw, Koperasi Tambrauw Bersinar Gelar Workshop Pengolahan Kacang Tanah

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Karoon Tambrauw, Yulius Mirino mengungkapkan, dengan adanya sosialisasi yang dilakukan ini, maka kedepan masyarakat akan paham dan mengerti tentang tujuan berdirinya Lemata.

"Sosialisasi ini sudah menghimpun para kepala suku dan ketua lembaga masyarakat adat yang ada di Tambrauw, sehingga semua punya satu konsep dan tujuan untuk sama-sama berjalan," katanya.

Baca juga: IPM Tambrauw Terendah di Papua Barat, Pj Bupati Engelbertus: Ini Tantangan bagi Pemerintah

Baca juga: Rekomendasi 5 Wisata Alam di Papua Barat, Pegunungan Arfak hingga Tambrauw Punya Daya Tarik Lho

"Kedepan dengan adanya LEMATA ini bisa menjembatani semua aspirasi masyarakat adat di Tambrauw," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved