Wisata Papua Barat Daya
Mengapa Wisata Raja Ampat Mahal? Ternyata Ini Alasannya
Destinasi wisata Raja Ampat, di Papua Barat Daya perlu merogoh kocek cukup dalam untuk mengunjunginya. Ternyata ini alasannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Raja-Ampat-Papua-Barat-Daya.jpg)
Dari empat jenis ini, cenderawasih merah menjadi maskot Desa Sawinggrai.
Untuk dapat menikmati tarian cenderawasih tersebut, wisatawan harus rela mendaki bukit Manjai Sawinggrai selama kurang lebih 30 menit.
Atraksi menari ini merupakan ritual kawin burung cenderawasih.
Para pejantan akan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan bulunya untuk menarik perhatian burung betina.
Desa dengan Keramahan Orang Papua
Selain atraksi beragam alamnya, Raja Ampat juga menawarkan keramahan khas orang Papua.
Di Desa Wisata Arborek, Anda dapat menginap di sejumlah homestay dan berbaur dengan penduduk setempat sambil mengamati kehidupan sehari-hari dan tradisi unik mereka.
Desa Arborek jadi salah satu detinasi wisata populer dan pernah masuk dalam 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Ketika sekelompok wisatawan tiba, mereka biasanya menampilkan tarian penyambutan tradisional tepat di dermaga dan menjamu para 'tamu' dengan berbagai lagu rakyat Papua.
Selain itu, ada salah satu yang menarik perhatian para wisatawan.
Laut Arborek dikenal sebagai lokasi persebaran pari manta.
Dengan semua keajaiban spektakulernya di pedalaman, di pantai, dan di luar perairan, dan suasana tenang yang berbeda yang jarang Anda temukan di tempat lain di bumi, Raja Ampat benar-benar menawarkan pengalaman terbaik yang hanya bisa diimpikan oleh orang-orang.
Jadi, apakah Anda seorang penyelam yang rajin, snorkeler sesekali, atau hanya seseorang yang menghargai keindahan dalam segala hal, Raja Ampat menyambut Anda di Surga di Bumi.
(TribunPapuaBarat.com/ RDZ)