Piala Dunia Qatar 2022

Warga Teluk Wondama Deklarasi Wandamen Holland Club, Batu Peradaban Jadi Saksi

Warga Teluk Wondama Deklarasi Wandamen Holland Club Batu Peradaban Jadi Saksi sebab Izaak Samuel Kijne membuka cakrawala orang Papua tentang bola kaki

ISTIMEWA/DOKUMENTASI MANOKWARI HOLLAND CLUB
PIALA DUNIA - Deklarasi Wandamen Holland Club di batu peradaban Orang Papua Batu Peradaban Orang Papua di kaki Bukit Aitumeri, Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (7/12/2022). Deklarasi tersebut masih dalam momen Piala Dunia 2022 Qatar. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Meskipun Piala Dunia Qatar 2022 akan segera berakhir, namun euforia dari turnamen sepak bola antar negara itu masih terus berlangsung.

Seperti yang dilakukan di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat, para fans Timnas Belanda mendeklarasikan beridirnya Wondamen Holland Club pada, Rabu (7/12/2022).

Juru Bicara Manokwari Holland Club Edison Baransano mengatakan, Batu Perdaban Orang Papua yang berada di Bukit Aitumeri menjadi saksi para fans Timnas Belanda mendeklarasikan berdirinya Wondamen Holland Club.

Baca juga: Manokwari Holland Club Bagikan 500 Jersey Gratis untuk Fans Timnas Belanda

Baca juga: Pendukung Timnas Belanda di Manokwari Konvoi Jalan Kaki Sembari Bersihkan Sampah

"Kita resmi deklarasi Wondamen Holland Club," terang Juru bicara (Jubir) Manokwari Holland Club Edison Baransano dalam keterangan resmi yang diterima TribunPapuaBarat.com, Minggu (18/12/2022).

Dengan balutan kaos berwarna oranye khas Timnas Belanda, warga Teluk Wondama, mulai dari anak kecil, remaja, dewasa hingga lanjut usia mengelilingi batu peradaban.

Sambil memegang bendera negara Belanda berwarna merah, putih dan biru dan bendera Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) berwarna oranye dengan simbol singa di tengahnya.

Kedua bendera itu berkibar sempurna ketika diterpa angin di kaki Bukit Aitumeri, Kabupaten Teluk Wondama.

"Teluk Wondama memiliki sejarah sepak bola di Tanah Papua," tutur Edison Baransano.

Setelah deklarasi dibarengi upacara adat setempat, ucapnya, dilanjutkan dengan konvoi.

Menurut dia, konvoi Wondamen Holland Club berbeda dengan yang sering dilakukan oleh Manokwari Holland Club.

Lantaran masyarakat lebih memilih konvoi sambil berjalan kaki di hamparan pasir putih di pantai Kampung Isui,  Distrik Wondiboi,  Kabupaten teluk wondama.

Ditemani dendang musik dan kibaran bendera, kaum perempuan memakai pakaian adat Papua lengkap dengan lukisan wajah dan mahkota Papua.

"Kampung Isui menjadi kampung Belanda karena dulu ada orang tua kita, Mama Dora Wosiri yang nikah dengan orang Belanda," tuturnya.

Sementara itu, seorang tetua di Teluk Wondama, Wilhelmus (78) mengisahkan, perkenalan sepak bola di Wondama tak terpisahkan dari sejarah batu peradaban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved