Natal dan Tahun Baru di Papua Barat
Jelang Natan dan Tahun Baru, Harga Tomat di Manokwari Melonjak
Jelang Natan dan Tahun Baru, Harga Tomat di Manokwari Melonjak diduga karena stok menipis akibat pergusuran lahan petani sawit di susweni
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Tomat-Mahal.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Jelang Natal dan Tahun Baru, harga tomat di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat naik.
Di Pasar Induk Wosi, harga tomat berangsur-angsur naik sejak sebulan lalu.
Dari semula hanya Rp 10.000 - Rp 15.000 perkilogram menjadi Rp 26.000 - Rp 30.000 perkilogram.
Baca juga: Menjelang Natal, Warga Mulai Borong Stok Pangan di Pasar Wosi Manokwari, Pedagang Jamin Stok Aman
Baca juga: Pedagang Asal Pegunungan Arfak Minta Pembagian Lapak di Pasar Wosi, Bupati: Kita akan Bicarakan
"Sampai mau Natal dan Tahun Baru ini, harga tomat masih begitu. Tomat tong ambil dari Susweni," terang pedagang tomat eceran, Rizal (27) saat ditemui TribunPapuaBarat.com di Pasar Wosi Manokwari, Senin (19/12/2022).
Dikatakannya, akibat naiknya harga tomat membuat daya beli masyarakat menurun.
Bahkan, seminggu menjelang Natal pun, warga masih membeli dengan jumlah yang sama, yakni rata-rata setengah hingga satu kilogram.
"Dong (mereka) biasa beli untuk makan sehari-hari yah paling setengah kilo atau satu kilo. Kalau warung pasti beli banyak," ujarnya.
Senada dengan itu, penjual bumbu dapur di Pasar Wosi Lia (36) mengungkapkan, mahalnya harga tomat jelas karena stoknya yang menipis.
Lia berpendapat, hal tersebut imbas dari penggusuran lahan pertanian tomat di Susweni.
Membuat rantai pasok tomat terganggu mulai dari petani, pengepul hingga pengecer.
"Iya, kata petani tomat di Susweni sih seperti itu," ucapnya.
Sementara itu, seorang pembeli di Pasar Wosi, Meri (54) mengaku hanya mampu membeli tomat secukupnya, yakni setengah kilo seharga Rp 13.000.
Ia berharap, kedepannya harga tomat kembali normal seperti satu bulan lalu.
Berikut harga komoditas pangan di Pasar Induk Wosi Manokwari yang berhasil dihimpun TribunPapuaBarat.com, Senin (19/12/2022):
Bawang merah : Rp 50.000 perkilogram.
Bawang putih : Rp 35.000 - Rp 40.000 perkilogram.
Cabe rawit : Rp 50.000 perkilogram.
Cabe keriting: Rp 30.000 - Rp 35.000 perkilogram.
Jeruk nipis : Rp 15.000 perkilogram.
Kemiri : Rp 50.000 perkilogram.
Kentang : Rp 25.000 perkilogram.
Tomat : Rp 26.000 - Rp 30.000 perkilogram.
(*)