Kejati Papua Barat Buru Rendi Rahakbauw Hingga Kerahkan Alat Canggih Deteksi Buron Kasus Korupsi

Hingga kini, Kejati Papua Barat masih melacak keberadaan Rendi Rahakbauw dan meng-update interaksinya.

Penulis: Safwan Ashari | Editor: Tarsisius M
TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari
KASUS KORUPSI - Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol, menjelaskan soal surat cekal kepada Rendi Rahakbauw, buron kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Yarmatum, Kabupaten Teluk Wondama, Kamis (22/12/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pengejaran terhadap Rendi Rahakbauw, buronan kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Yarmatum, Kabupaten Teluk Wondama, memakai sejumlah alat canggih milik Kejaksaan Agung.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Juniman Hutagaol, kepada awak media di Manokwari Papua Barat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Jaksa Muda Intelejen, untuk melacak keberadaan buron kasus dermaga Yarmatum," ujar Juniman Hutagaol, Kamis (22/12/2022).

Ia mengatakan koordinasi tersebut untuk membekali tim dengan peralatan AMC milik Kejagung di Jakarta Timur.

"Menggunakan peralatan canggih yang bisa mendeteksi keberadaan orang, cukup dengan berinteraksi," ucapnya.

Baca juga: Cegah Pelarian Rendi Rahakbauw, Kejati Papua Barat Kirim Surat Pencekalan ke Kejagung untuk DPO

Hingga kini, Kejati Papua Barat masih melacak keberadaan Rendi Rahakbauw dan meng-update interaksinya.

"Kami sudah mendapatkan beberapa orang yang sering berkomunikasi via telepon dan telah terdeteksi," kata Juniman Hutagaol.

Sejauh ini, Juniman Hutagaol dan tim masih berkoordinasi untuk memburuh Rendi Rahakbauw di Jakarta.

Baca juga: Diduga Terlibat Korupsi Dermaga Yarmatum Wondama, Rendi Rahakbauw Jadi DPO Kejati Papua Barat

Surat Pencekalan

Sebelumnya, Kejati Papua Barat mengirim surat pencekalan kepada Rendi Rahakbauw yang masuk DPO kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga Yarmatum, Kabupaten Teluk Wondama.

Surat itu dikirimkan dari Kejati Papua Barat ke Kejaksaan Agung di Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Kami sudah tetapkan Rendi Rahakbauw sebagai DPO kasus korupsi pengadaan tiang pancang dermaga Yarmatum," ujar Juniman Hutagaol, Kamis (22/12/2022).

"Sudah kami minta untuk dilakukan cekal kepada yang bersangkutan, untuk Kejagung bertujuan ke Imigrasi," kata Juniman Hutagaol.

Menurutnya, surat pencekalan sedang diproses ke Kejagung di Jakarta.

"Nanti saya cek agar segera ditindaklanjuti karena memang dia layak untuk dicekal. Kalau sudah di luar (negeri) berarti lebih susah (ditangkap)," kata Juniman Hutagaol.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved