Berita Papua Barat

Serapan Belanja APBD 2022 Capai 97,08 Persen, Papua Barat Keluar dari Zona Merah

Serapan Belanja APBD 2022 Capai 97,08 Persen, Papua Barat Keluar dari Zona Merah Capaian tersebut merupakan kerja keras seluruh OPD di pemprov

tribunpapuabarat.com/F. Weking
CAPAIAN APBD - Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw saat memaparkan progres serapan APBD tahun 2022. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerintah Provinsi Papua Barat mengklaim realisasi belanja APBD 2022 mencapai 97,08 persen.

Sama halnya pendapatan APBD 2022 yang terealisasi sebanyak 99,07 persen.

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw mengatakan, peningkatan serapan APBD yang sangat signifikan memposisikan Papua Barat keluar dari zona merah menuju zona hijau realisasi belanja se-Indonesia.

Baca juga: DPR Tetapkan APBD Papua Barat 2023, Orgenes Wonggor: Januari DPA Harus Dibagikan

Baca juga: Serapan Belanja APBD Papua Barat 2022 Terendah, Pj Gubernur Paulus Waterpauw: Kendala Mekanisme Saja

Capaian tersebut merupakan kerja keras seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) baik di lingkup pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

"Jadi posisi serapan belanja APBD kita sudah naik ke zona hijau," kata Paulus Waterpauw di Manokwari, Senin (2/1/2023).

Menjelang akhir tahun, sambung dia, pemerintah provinsi terus berupaya agar serapan belanja APBD berjalan maksimal sesuai ekspektasi.

Hal ini tidak terlepas dari monitoring dan evaluasi yang intens dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dengan seluruh pemerintah daerah di Indonesia.

"Serapan belanja kita sempat menjadi yang terendah, tapi terus kita genjot sebelum tutup tahun," terang Paulus Waterpauw.

Ia mengakui bahwa, serapan APBD Papua Barat tahun 2022 sempat menjadi yang terendah (zona merah) dari seluruh provinsi di Indonesia.

Rendahnya serapan itu dipengaruhi persoalan teknis pelelangan paket pekerjaan fisik.

"Masalahnya hanya pada mekanisme saja," ucap Paulus Waterpauw.

Ke depannya, pemerintah provinsi akan memperbaiki seluruh persoalan teknis tersebut agar proses serapan APBD tahun-tahun mendatang lebih optimal.

Sehingga, rencana kerja pemerintah untuk pembangunan daerah jauh lebih berkualitas seiring durasi pekerjaan yang terencana.

"Tahun depan kami akan lebih baik lagi," jelas Paulus Waterpauw.

Perlu diketahui bahwa postur belanja APBD Papua Barat tahun 2022 sebesar Rp 6,644 triliun yang didominasi belanja operasional Rp 3,214 triliun.

Sedangkan, pendapatan APBD Papua Barat tahun 2022 telah dipatok sebesar Rp 6,304 triliun.

Pendapatan tersebut didominasi pendapatan transfer dari pemerintah pusat Rp 5,839 triliun, sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) hanya Rp 99,228 miliar.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved