UPBU Rendani Manokwari Tunggu Edaran Prokes Penumpang Pesawat dari Satgas Covid-19

"Kami masih tunggu dari Satgas Covid-19 serta instruksi turunan dari Menteri (Perhubungan) terkait persyaratan perjalanan baik untuk dalam negeri'

Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM/MARVIN RAUBABA
UPBU - Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Rendani Manokwari, Herman J Handoyo saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (4/01/2022). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Unit Penyelenggara Bandar Udara Kelas II Rendani, Kabupaten Manokwari, Papua Barat masih menunggu surat edaran terbaru protokol kesehatan (Prokes) dari Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di wilayah setempat.

Hal ini berkaitan dengan pencabutan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

"Kami juga masih tunggu dari Satgas Covid-19 serta instruksi turunan dari Menteri (Perhubungan) terkait persyaratan perjalanan baik untuk dalam negeri maupun luar negeri,"  kata Kepala UPBU Kelas II Rendani Manokwari, Herman J Handoyo saat ditemui awak media, Kamis (5/1/2023).

Baca juga: Bandara Rendani Manokwari Layani 1.600 Penumpang pada Puncak Mudik Nataru

Baca juga: Belasan Pondok Natal Jemaat Pengharapan Rendani Manokwari Hiasi Tepi Jalan, Bikin Nusantara Kecil

Sejauh ini, sambung dia, tidak ada kewajiban penumpang menggunakan masker saat naik ke pesawat.

Meski begitu, sebagian besar penumpang secara sadar tetap menggunakan masker ketika berada di pesawat.

"Mereka menggunakan masker dengan kesadaran sendiri, walaupun di dalam pesawat sudah tidak ada imbauan seperti itu," ujar Herman J Handoyo.

Baca juga: Perluasan Bandara Rendani, Pemda Manokwari Percepatan Pembebasan Lahan yang Dikuasai 390 KK

Ia menilai, tidak ada dampak signifikan kepada penumpang pesawat sebab kebanyakan penumpang menilai sudah tidak ada lagi PPKM yang diberlakukan.

"Penumpang sudah merasa biasa-biasa saja, tidak ada tanggapan yang terlalu berlebihan," ungkapnya.

Kata dia, pihaknya juga sudah melakukan pemantauan terhadap persyaratan penerbangan tetapi tidak ada masalah bagi masyarakat.

"Mungkin karena masyarakat sudah merasa biasa-biasa saja kalau pun ada persyaratan penerbangan yang diberikan, sudah dianggap normal," pungkas Herman.(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved