Bawaslu Sebut Kabupaten Manokwari Sebagai Daerah Rawan Pemilu

Sebagai titik rawan pemilu, termasuk Kabupaten Manokwari, Bawaslu akan meminimalisasi pelanggaran yang sering terjadi di daerah-daerah tersebut.

Penulis: Infak Insaswar Mayor | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/INFAK INSASWAR MAYOR
Komisioner Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari, Fredik Charles Lobat, saat diwawancara sejumlah awak media, Sabtu (14/1/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Anggota Komisaris Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manokwari, Fredik Charles Lobat, mengatakan di Manokwari terdapat beberapa wilayah rawan pemilu, Sabtu (14/1/2023).

Daerah rawan pemilu mencakup beberapa Kelurahan dan Distrik seperti, Kelurahan Sanggeng, Wosi, Amban, Sowi, dan wilayah Distrik Tanah Rubuh.

Dia menyebut, daerah rawan pelanggaran Pemilu dilihat dari pesta demokrasi pada tahun sebelumnya dimana, sering terjadi serangan fajar kepada masyarakat.

"Wilayah rawan ini berdasarkan pilkada tahun 2020," kata Fredik Charles Lobat.

Sebagai titik rawan pemilu, Bawaslu akan meminimalisasi pelanggaran yang sering terjadi di daerah-daerah tersebut, dengan melaksanakan program pendidikan politik kepada masyarakat.

Baca juga: Pemkab Manokwari Bahas Pemilu 2024 Bersama KPU dan Bawaslu

"Ada juga forum warga dan tolak money politic," kata Fredik Charles Lobat kepada awak media.

Berdasarkan launching indeks kerawanan pemilu (IKP) oleh Bawaslu RI, kabupaten atau kota se-Indonesia, sambung dia, Kabupaten Manokwari dikategorikan rawan sedang.

Kategori ini mengalami peningkatan jika dibanding IKP tahun 2019. Saat itu, Kabupaten Manokwari dikategorikan rawan satu di seluruh Indonesia.

"Kerja sama pemerintah daerah dan penyelenggara, kategori itu bisa diubah," katanya.(*)

Baca juga: Bawaslu Papua Barat Ajak Pemprov Berkolaborasi Mengawasi Tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024

 

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved