Jadi Gerbang Investor di Pulau Papua, Ini Profil Kota Sorong dan Lokasi Wisata yang Bisa Dijangkau

Kota Sorong yang menjadi ibu kota Provinsi Papua Barat Daya merupakan wilayah strategis bagi akses dan perekonomian di Bumi Papua.

(TribunPapuaBarat.com/Safwan Raharusun)
Suasana di sekitar Taman Sorong City, yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Kota Sorong, Papua Barat - Kota Sorong yang menjadi ibu kota Provinsi Papua Barat Daya merupakan wilayah strategis bagi akses dan perekonomian di Bumi Papua. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM - Kota Sorong yang menjadi ibu kota Provinsi Papua Barat Daya merupakan wilayah strategis bagi akses dan perekonomian di Bumi Papua.

Kota Sorong juga memiliki pelabuhan sebagai akses wisata dari dan ke kawasan wisata Raja Ampat.

Meski begitu Kota Sorong juga menyimpan sederet lokasi wisata yang tak kalah indah dari Raja Ampat lho.

Untuk lebih lengkapnya, TribunPapuaBarat.com akan mengulas porfil Kota Sorong hingga lokasi wisatanya.

Baca juga: Cara Menikmati Keindahan Kota Sorong, Ini Spot Wisata Papua Barat Daya yang Direkomendasikan

Dikutip dari papuabarat.bpk.go.id, nama Sorong berasal dari bahasa Biak “Soren” yang artinya laut yang dalam dan bergelombang.

Dikuti dari pu.go.id, Kota Sorong merupakan bagian integral dari wilayah Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 8 Kabupaten dan 1 Kota.

Sorong adalah kota terbesar di Provinsi Papua Barat serta kota terbesar kedua di Papua, setelah Kota Jayapura.

Kota Sorong memiliki luas 1.105 km2 dengan batas-batas geografis sebagai berikut :

  • Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Dampir Kabupaten Raja Ampat;
  • sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Makbon Kabupaten Sorong dan Selat Sagawin Kabupaten Raja Ampat;
  • sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Makbon Kabupaten Sorong; dan
  • sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Aimas dan Distrik Salawati Kabupaten Sorong; yang secara administratif terbagi dalam 6 Distrik dan 31 Kelurahan
KM Sirimau, tiba di dermaga Kota Sorong.
KM Sirimau, tiba di dermaga Kota Sorong. ((TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun))

Kota ini dikenal dengan sebutan Kota Minyak, di mana Nederlands Nieuw-Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) mulai melakukan aktivitas pengeboran minyak bumi di Sorong sejak tahun 1935.

Kota Sorong menjadi wilayah strategis karena merupakan pintu keluar masuk dan transit ke Provinsi Papua Barat.

Selain itu, Kota Sorong juga merupakan kota industri, perdagangan dan jasa, karena Kota Sorong dikelilingi oleh kabupaten lain yang mempunyai sumber daya alam yang sangat potensial sehingga membuka peluang bagi investor dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modalnya.

Dalam sistem perkotaan nasional, Kota Sorong telah ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN).

Berdasarkan RPJMN 2015-2019, Kota Sorong merupakan kota yang termasuk ke dalam lokasi prioritas yang berorientasi pada pengembangan kegiatan industri pengolahan: hasil hutan, bahan tambang dan hasil perikanan serta sebagai Penghubung/Hub Utama untuk Wilayah Papua dan Maluku.

Baca juga: Daftar 6 Nama Bupati/Wali Kota DOB Papua Barat Daya yang Disahkan Hari Ini, 4 Daerah Dijabat Pj

Pasokan minyak goreng premium yang akan dijual Rp 14 ribu per liter tiba di Bandara Domine Eduard Osok (Deo), Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (22/2/2022).
Pasokan minyak goreng premium tiba di Bandara Domine Eduard Osok (Deo), Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (22/2/2022). (TribunPapuaBarat.com/Safwan Ashari Raharusun)

Berdasarkan arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Kota Sorong ditetapkan sebagai wilayah yang berfungsi untuk mendorong pertumbuhan pembangunan kawasan perkotaan yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, pusat pelayanan primer, dan sebagai pendukung pengembangan kawasan perbatasan negara.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved