Wanita di Sorong Diamuk Massa

Gara-gara Isu Penculikan Anak, Wanita Dibakar Hidup-hidup di Sorong, Polisi Pantau Sekolah-sekolah

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, warga menduga wanita yang dibakar hidup-hidup itu bagian dari komplotan penculikan anak.

Penulis: redaksi | Editor: Tarsisius M
(dok Warga)
KRIMINAL - Sejumlah warga di Kota Sorong, Papua Barat Daya, membakar seorang wanita hidup-hidup di Kilometer 7 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Seorang wanita dibakar hidup-hidup di Kilometer 7 Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (24/1/2023) sekira pukul 07.00 WIT.

Sebelumnya, wanita tersebut mengalami kekerasan. Pakaiannya dilepas warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, warga menduga wanita yang dibakar hidup-hidup itu bagian dari komplotan penculikan anak.

Ia diduga hendak beraksi di wilayah Kota Sorong.

Sebelumnya, isu penculikan anak ramai di media sosial pada Sabtu (21/0/2023).

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Wanita di Kota Sorong Dibakar Warga Hidup-hidup

Dalam kabar yang beredar di media sosial, pelaku penculikan anak itu adalah seorang wanita dan sudah ditangkap.

Sebagai antisipasi isu penculikan anak itu, Polresta Sorong Kota sudah mengawasi beberapa sekolah dasar demi memastikan keamanan.

"Kami sudah turun di beberapa sekolah yang menjadi isu penculikan anak dan semua aman," kata Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, Iptu Adul Bayu Ananda, Senin (23/1/2023).

Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, Iptu Adul Bayu Ananda, membantah soal isu penculikan anak di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (23/01/2023).
Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, Iptu Adul Bayu Ananda, mengatakan polisi sudah mengawasi beberapa sekolah dasar demi mengantisipasi isu penculikan anak, Senin (23/01/2023). (TRIBUNPAPUABARAT.COM/PETRUS BOLLY LAMAK)

Baca juga: Sikapi Isu Penculikan Anak, Unit PPA Polres Manokwari Imbau Orangtua Lakukan Pengawasan

Ia juga mengimbau orang tua untuk selalu mengantar anak ke sekolah.

Adul juga berharap para orang untuk selalu menjemput anak mereka saat pulang sekolah.

"Kami imbau orang tua harus antar dan jemput anak di sekolah khususnya, murid SD. Itu pastikan, jangan sampai orang lain jemput," kata Adul Bayu Ananda.

Ia meminta warga Kota Sorong agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang beredar di media sosial itu.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved