Papua Barat

Paulus Waterpauw Dorong OAP Jadi Guru, Disdik Papua Barat Bangun SMA Khusus Guru di Manokwari

Pj Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw kian mendorong putra-putri terbaik asli Papua untuk menjadi guru yang andal.

TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
WAWANCARA - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba, saat diwawancarai di Manokwari, Selasa (24/1/2023). Ia membeberkan rencana Pemprov Papua Barat sedang mendirikan SMA Keguruan di Manokwari. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Penjabat (Pj) Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw kian mendorong putra-putri terbaik asli Papua untuk menjadi guru yang andal.

Komitmen itu diwujudkan melalui rencana pendirian sekolah khusus setara SMA untuk calon guru di Manokwari.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Papua Barat, Barnabas Dowansiba, keputusan itu diambil untuk menutup kesenjangan jumlah guru orang asli Papua (OAP) di Papua Barat.

Sekaligus meningkatkan kualitas guru sebagai tumpu pendidikan, yang bakal mendongkrak kualitas sumber daya manusia di tanah Papua.

"Minat orang Papua untuk jadi guru itu kurang, makanya ini yang mau ditingkatkan Pak Pj Gubernur (Waterpauw)," terang Barnabas Dowansiba, di Manokwari, Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Paulus Waterpauw Kecewa 643 SK Guru SMA dan SMK P3K Didominasi Non OAP

Ia bilang, pendirian SMA Keguruan itu tak sekadar wacana.

Lantaran, pembangunan fisiknya sudah mulai dikerjakan.

Tepatnya di lahan seluas tiga hektare di daerah Puncak Soribo, Kelurahan Wosi, Distrik (Kecamatan) Manokwari Barat, Papua Barat.

"Lahan itu diberikan Pemda (Pemerintah Daerah) Manokwari. Sudah mulai penggusuran, selanjutnya pengerjaan fisiknya," beber Barnabas Dowansiba.

Ia menyebut, para siswa yang belajar di SMA Keguruan itu nantinya akan diajar menggunakan dua kurikulum.

"Kurikulum umum untuk SMA dan kurikulum khusus keguruan," tambahnya.

Baca juga: Data Anak Putus Sekolah di Papua Barat, Disdik Bicara Solusi dan Sumber Pendanaannya

Sehingga, lanjut dia, lulusan SMA Keguruan di Manokwari mempunyai bekal ilmu yang cukup untuk melanjutkan ke perguruan tinggi hingga meraih gelar sarjana pendidikan.

Jika dihitung masa belajar tiga tahun di SMA dan empat tahun di perguruan tinggi, maka lama sekolah untuk menjadi guru adalah tujuh tahun.

"Orang Papua harus beralih jadi guru. Jadi, mau dari mana saja, entah dari Manokwari atau pedalaman yang mau jadi guru, sekolah saja di SMA Keguruan itu," urai Barnabas Dowansiba.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved