Kakanwil Kemenag Papua Barat Minta Warga Tak Terprovokasi Kasus Pembakaran Wanita di Kota Sorong

"Untuk segenap umat beragama di Papua Barat diimbau agar tetap tenang, jangan terprovokasi oleh isu yang sedang berkembang," kata Luksen Jems Mayor

Penulis: redaksi | Editor: Tarsisius M
TRIBUNPAPUABARAT.COM/KRESENSIA KURNIAWATI MALA PASA
KANWIL KEMENAG - Luksen Jems Mayor, Kakanwil Kemenag Papua Barat, saat ditemui di ruang kerjanya di Manokwari, Papua Barat, Senin (28/11/2022). Ia meminta warga Papua Barat tak ikut terprovokasi kasus pembakaran seorang wanita di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Selasa (24/01/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua Barat, Luksen Jems Mayor, mengimbau agar masyarakat tak terprovokasi kasus kasus di Kota Sorong, Papua Barat.

Luksen merujuk pada kasus seorang wanita dibakar hidup-hidup di Kilometer 8 Kota Sorong, Selasa (24/1/2023).

Ia berharap persoalan ini tak merembet Papua Barat dan dibawa ke isu-isu lain.

"Untuk segenap umat beragama di Papua Barat diimbau agar tetap tenang, jangan terprovokasi oleh isu yang sedang berkembang," kata Luksen Jems Mayor melalui rilis, Rabu (25/01/2023).

Menurut Kakanwil Kemenag Papua Barat itu, warga Papua Barat mesti tetap menjaga suasana aman dan damai apalagi menjelang HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua pada 5 Februari mendatang.

Baca juga: Polresta Sorong Kota Ungkap Identitas Korban Salah Tangkap yang Dibakar di Kilometer 8

Ia juga berharap masyarakat tidak berspekulasi mengenai kasus di Kota Sorong itu.

Lebih dari itu, Luksen Jems Mayor berharap kejadian serupa tak akan pernah ada di Papua Barat.

"Serahkan semua persoalan ini kepada pihak yang berwajib. Kita dituntut tidak main hakim sendiri apalagi sampai menghilangkan nyawa orang," katanya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota Iptu Abdul Bayu Anand, menyebut wanita yang dibakar hidup-hidup itu berinisial WS alias Wage Suti.

Ia memperkirakan WS berusia antara 30 hingga 40-an tahun.

Baca juga: Keluarga Korban Pembakaran Geruduk Polresta Sorong Kota dan Beberkan Fakta

"Kami belum tahu secara pasti karena dia tidak punya identitas lengkap," ujar Abdul Bayu Anand kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (25/1/2023).

Menurutnya, WS merupakan warga perantau di Sorong.

"Ia dia adalah warga dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Sorong Raya, Papua Barat Daya," kata Abdul Bayu Anand.

Kasus itu berawal dugaan masyarakat bahwa korban adalah bagian dari komplotan penculikan anak.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved