Pemkab Maybrat
Ketika Warga di Distrik Aifat Selatan Maybrat Ibadah Perdana di Kampung Halamannya Pasca Eksodus
Pj Bupati Maybrat, Dr Bernhard E Rodonuwu SSos MSi melaksanakan ibadah perdana bersama masyarakat eksodus atau pengungsi
Penulis: redaksi | Editor: Haryanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/ibadah-bersama-warga-eksodus-maybrat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Pj Bupati Maybrat, Dr Bernhard E Rodonuwu SSos MSi melaksanakan ibadah perdana bersama masyarakat eksodus atau pengungsi yang sudah sekian lama tidak melaksanakan ibadah, di kampung halamannya, di Kampung Tahsimara, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Ibadah bersama dilakukan di sebuah tempat ibadah yang cukup sederhana, pada Minggu (29/01/2023).
“Ini patut kita syukuri, kita bisa beribadah bersama di kampung halaman ini,” ujar Bupati Maybrat.
Baca juga: Pemda Maybrat dan Yayasan GenIUS Bahas Soal Pengembangan Pendidikan di Kabupaten Maybrat
Ibadah bersama kali ini juga dihadiri Dandim 1809/Maybrat, Staf Ahli Khusus Bupati Maybrat Dr Agustinus Saa MSi, Kepala Dispenda Maybrat, Kepala Dinas Perumahan Maybrat, Kepala Distrik Aifat Timur Selatan, dan Kepala Kampung Tahsimara.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Maybrat kembali menegaskan komitmennya untuk mengembalikan warga yang eksodus untuk kembali ke kampung halamannya.
“Pemerintah daerah sudah membuat tim dalam menangani masyarakat eksodus yang akan di pulangkan ke kampungnya masing-masing,” katanya.
Baca juga: Cari Tempat Berenang di Maybrat, Daftar Wisata Papua Barat Daya Ini Bisa Jadi Pilihan
Selain itu, Pj Bupati juga menyampaikan bahwa fokus kerja di Tahun 2023 adalah daerah Aifat dan sekitarnya.
“Ini dikarenakan menjadi beban masyarakat eksodus sebanyak 6 ribu jiwa lebih yang tersebar di dalam dan di luar Maybrat,” jelasnya.
Dijelaskan, fokus pemerintah untuk memulangkan masyarakat eksodus, di Distrik Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan.
“Kita rencanakan ini bisa dilaksanakan sebanyak empat tahap, mulai dari Distrik Aifat Selatan. Selanjutnya, di Distrik Aifat Timur Raya,” jelasnya.
Baca juga: Pj Bupati Maybrat Pantau Langsung Kampung-kampung, Ini 4 Tahapan Pemulangan Masyarakat Eksodus
Namun, Pj Bupati Maybrat mengakui ini tidak akan terjadi tanpa dukungan dari masyarakat.
Pj Bupati Maybrat juga memahami bahwa APBD Maybrat tidak akan sanggup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat eksodus di 51 kampung yang tersebar di Distrik Aifat Timur Raya dan Aifat Selatan.
“Karena jumlahnya bisa mencapai 6 ribu lebih,” katanya.
“Untuk itu, pemerintah daerah sudah menyurat ke pemerintahan provinsi maupun pemerintahan pusat agar mendapatkan dukungan supaya kegiatan yang direncanakan, dan diprogramkan dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya.
(*)