Respons Gembala GBI Penuai Soal Longsor di Sekitar Gereja Itu
Ia mengatakan material longsor yang menghalangi arus lalu lintas akan diangkut menggunakan alat berat atau excavator.
Penulis: redaksi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/ongsor-di-seputaran-Jalan-Gunung-Salju-Manggoapi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pendeta Eben Haezer Sasea enggan menyebutkan kerugian material yang dialami Gereja Bethel Indonesia (GBI) Penuai akibat longsor di sekitar gereja itu, Senin (30/1/2023).
"Biarkan kerugian ini menjadi tanggungan gereja," kata Eben Haezer Sasea ketika ditemui di sekolah dasar (SD) Penuai.
Dia mengatakan talut yang baru selesai dikerjakan pada Desember 2022 kemungkinan belum kering dan menyatu materialnya.
Menurutnya, kondisi talut setinggi enam meter itu dipicu cuaca yang kurang bersahabat selama ini.
Talut yang alami longsor, ucap Eben Haezer Sasea, juga dibuat di atas talut beton lama.
Baca juga: Masuki Puncak Musim Hujan, BMKG Sebut Manokwari Waspada Longsor, Sorong Rawan Banjir
Selain itu, pada area talut itu tidak ada saluran air/pembuangan sehingga talut tidak dapat menahan volume air yang banyak dari segala arah.
"Sepanjang talut ini tidak ada saluran air, jadi air semua tertahan," ujar gembala GBI Penuai tersebut.
Ia mengatakan material longsor yang menghalangi arus lalu lintas akan diangkut menggunakan alat berat atau excavator.
Baca juga: Papua Muda Inspiratif Kota Sorong Salurkan Bantuan untuk Warga yang Terdampak Banjir dan Longsor
Untuk mengatur arus lalu lintas di seputaran tempat kejadian, anggota Polsek Amban sudah berada di lokasi.
"Sementara, kami alihkan kendaraan dari arah Sanggeng (bawah) lewati jalan Fanindi," kata David, anggota Polsek Amban.
Ia mengatakan peralihan jalur itu hanya untuk sementara waktu, untuk menghindari material longsor yang jatuh ke badan jalan.
Berdasarkan pantuan Tribunpapuabarat.com, material longsor berupa batu sulit dipindahkan secara manual.
Jika hujan tak berhenti, dikhawatirkan terjadi longsor susulan dari material sisa dan talut bagian kanan.(*)