Berita Papua Barat
Duta Damai Papua Barat Kampanyekan Perdamaian Lewat Media Sosial
Duta Damai Papua Barat Kampanyekan Perdamaian Lewat Media Sosial, untuk menjaga kesatuan dan persatuan NKRI khususnya di Papua Barat
Penulis: redaksi | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Duta-damai-Pabar.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Duta Damai Papua Barat aktif mengkampanyekan pesan perdamaian khususnya di Papua Barat.
Kampanye itu dilakukan di media sosial sebagai bentuk pencegahan terhadap radikalisme, terorisme dan intoleran.
Kordinator Duta Damai Papua Barat Mansor Dwan Ap mengatakan, gerakan ini dibentuk sejak 2016 lalu.
Baca juga: Duta Damai Papua Barat dan Komunitas Tangan Kasih Berbagi Bingkisan Natal ke Disabilitas dan Lansia
Baca juga: Sekretaris MUI Papua Barat Sebut Peran Agama Ciptakan Perdamaian: Selamat Peter Youngren
Duta Damai dibentuk oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Sedangkan di Papua Barat, Duta Damai resmi terbentuk pada 8 November 2022.
"Adanya aksi menyebarkan konten-konten positif (perdamaian) melalui medsos,"Kata Mansor kepada Tribunpapuabarat.com di Manokwari, Selasa (7/2/2023).
Menurutnya, aksi tersebut dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan warga negara khususnya di Papua Barat.
Hal itu, sesuai visi dan misi Duta Damai mewujudkan Papua Barat damai dengan cinta kasih.
Serta mempererat tali persaudaraan melalui rasa kekeluargaan.
Lanjut dia, Duta Damai Papua Barat aktif merangkul pemuda lintas agama.
Pemuda lintas agama disatukan dalam program “Dialog Karya”.
Dengan tujuan menciptakan perdamaian dan mempererat tali kekeluargaan antar lintas agama.
"50 anggota relawan terhimpun di Duta Damai Papua Barat. Mereka menyebarkan informasi melalui teknologi, desain komunikasi visual (DKV), dan blogger atau menulis," bebernya.
Ia menambahkan, satu dari sekian aksi Duta Damai Papua Barat melakukan lomba desain poster, video kreativ pendek dan menulis artikel yang menceritakan Mansinam sebagai rumah bersama.
Kegiatan itu dalam rangka menyongsong HUT ke -168 Pekabaran Injil di Tanah Papua.
"Tidak hanya secara online, aksi nyata secara offline juga kami lakukan," pungkasnya.
(*)