Pj Bupati Maybrat Minta Dinas Kesehatan Fokus Menangani Stunting
"Harus kerja sama dengan baik agar kasus stunting bisa berkurang di Kabupaten Maybrat sehingga tidak ada lagi yang mengalami pertumbuhan lambat,"
Penulis: Demas Yona Kornelius Wamaer | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bernhard-Rondonuwu-meminta-Dinas-Kesehatan-Maybrat-serius-menangani-kasus-stunting.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Pj Bupati Maybrat, Bernhard Rondonuwu, meminta Dinas Kesehatan Maybrat serius menangani kasus stunting.
Hal itu terungkap dalam rapat tentang penanganan stunting di Ruang Rapat Kantor Bupati di Kumurkek, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Selasa (21/02/2023).
Permintaan yang sama ditujukan kepada dinas-dinas yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan stunting.
"Harus kerja sama dengan baik agar kasus stunting bisa berkurang di Kabupaten Maybrat sehingga tidak ada lagi yang mengalami pertumbuhan lambat," kata Bernhard Rondonuwu.
Pj Bupati berencana untuk memberikan studi agar Dinas Kesehatan dan dinas terkait lain bisa melihat cara yang baik menangani stunting.
Baca juga: Pj Bupati Maybrat Gaungkan Transparansi, Siap Sanksi Kepala SKPD jika Tak Tempel DPA Depan Kantor
Dari data Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat, prevalensi stunting di Kabupaten Maybrat pada 2022 mencapai 27,3 persen.
Angka turun 7,2 persen dibandingkan pada 2021 yang mencapai yaitu 34,5 persen.
Pada 11 Februari 2023, Pj Bupati Maybrat melakukan kunjungan kerja ke Sumedang, Jawa Barat, khusus untuk belajar upaya menekan angka stunting.
Saat itu, Bernhard Rondonuwu disambut Sekda Sumedang, Herman Suyatman.
Baca juga: Pj Bupati Maybrat Minta OPD Perbaiki Data Stunting dan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Maybrat
Kabupaten Sumedang merupakan satu di antara daerah terbaik dalam penanganan stunting.
Buktinya, Sumedang menjadi pemenang ke-2 nasional penghargaan inovasi cegah stunting 2021 kategori teknologi yang diselenggarakan BKKBN bersama Asosiasi Dinas Kesehatan seluruh Indonesia dan The Habibie Institute For Public Policy And Governance (HIPPG).
“Kabupaten Sumedang, pada 2018 angka stuntingnya 32,2 persen. Hebatnya, pada 2022 bisa turun jadi 8,27 persen. Ini yang mesti kita tiru,” kata Bernhard Rondonuwu ketika itu.