Tanggul Pantai Maruni Manokwari Jebol, Pemerhati: Perusahaan Wajib Bertanggung Jawab
Hal itu disampaikan Yohanes Ada Lebang, berkaitan jebolnya tanggul di Pantai Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pemerhati-Lingkungan-di-Manokwari-Yohanes-Ada-Lebang.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pemerhati lingkungan di Manokwari, Yohanes Ada' Lebang, meminta pemerintah memerhatikan analisis dampak lingkungan (Amdal) PT State Development dan Investment Corporation (SDIC) Papua Cement.
Hal itu disampaikan Yohanes Ada Lebang, berkaitan jebolnya tanggul di Pantai Maruni, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sejak Selasa (21/2/2023) malam.
Menurut dia, jebolnya tanggul penahan ombak itu sudah masuk dalam wilayah PT SDIC Papua Cement.
"Itu kalau memang sudah dilepas untuk (jadi wilayah) perusahaan, artinya jadi kewajiban mereka," katanya, Rabu (22/2/2023).
"Mungkin tidak salah kalau kita lihat kembali kajian Amdal-nya," ujar Yohanes.
Baca juga: Ombak Tinggi di Pantai Maruni Manokwari, Jalan Dipenuhi Batu-batu dan Tak Bisa Dilintasi Kendaraan
Jika ada, pemerintah dinilai dapat merujuk pada kajian Amdal milik perusahaan.
Jika Amdal tersebut ada, ucapnya, perusahaan bertanggung jawab terhadap jebolnya tanggung di Pantai Maruni.
Ia menyebut perusahaan semestinya punya banyak kontribusi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia juga meminta masyarakat waspada jika hendak berkegiatan di laut.
Baca juga: BERITA FOTO - Kondisi Jalan di Pantai Maruni Manokwari Dipenuhi Batu dan Pasir Akibat Ombak Tinggi
Yohanes mengingatkan masyarakat untuk mementingkan reboisasi atau penghijauan kembali suatu wilayah.
"Memang sudah pernah dicoba untuk tanam mangrove, tapi masih belum cocok," katanya.
Jebolnya tanggul di wilayah itu disebutnya kemungkinan sudah sering terjadi.
Ia juga mengingatkan kemungkinan lain yang terjadi lantaran perubahan cuaca secara ekstrim meningkat.
Disclaimer: Saat berita ini tayang TribunPapuaBarat.com sedang berupaya mengkonfirmasi ke pihak-pihak terkait.