Berita Manokwari

BPOM Manokwari Periksa 109 Takjil, Berikut Ini Hasilnya

Dari 109 sampel tersebut semuanya aman. Tidak ditemukan mengandung zat berbahaya

Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
ISTIMEWA/MUSTHOFA ANWARI
Kepala BPOM Manokwari, Musthofa Anwari (safari coklat) beserta sejumlah pihak saat hendak mengambil sampel jajanan Ramadan untuk diuji, Jumat (24/3/2023). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Manokwari memastikan tetap melakukan pengawasan terhadap sejumlah jajanan yang diperdagangkan selama Ramadan.

Kepala BPOM Manokwari Musthofa Anwari mengatakan, pengawasan terhadap jajanan itu diperlukan untuk menghindari masyarakat terhadap konsumsi makanan yang tidak sehat. 

Pengawasan dari BPOM Manokwari itu disebutnya juga dilakukan untuk mencegah adanya makanan yang mengandung bahan berbahaya bagi tubuh.

Baca juga: Ngabuburit di Pujasera Manokwari, Bersantai di Tepi Laut Sambil Cari Takjil

Baca juga: Berburu Takjil Buka Puasa di Masjid At Taqwa Kota Sorong, Harganya Murah Meriah

Zat berbahaya itu dicontohkan seperti borax, formalin, rhodamin B dan methanyl yellow.

"Maka, pengawasan pun kami lakukan secara ketat dengan lintas sektor," ungkapnya.

Menurutnya, pengawasan itu sudah dilakukan sejak Jumat (24/3/2023).

Jumlah yang diuji mencapai 109 sampel.

Sampel uji diperoleh dari 16 orang pedagang.

Sampel takjil terdiri dari kudapan, pentolan, minuman, lauk, asinan, manisan buah dan olahan kurma.

"Dari 109 sampel tersebut semuanya aman. Tidak ditemukan mengandung zat berbahaya," tandasnya. 

(*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved