Sarankan Pemkab Manokwari Tata Kembali Pasar Tradisional yang Belum Digunakan
Sebab, lanjut dia, pasar-pasar tradisional menjadi tempat Mama-mama Papua mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari.
Penulis: Libertus Manik Allo | Editor: Haryanto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Harton-Tapilatu-Ketua-Partai-Garuda-papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Masyarakat Manokwari, Harton Tapilatu menyarankan pemerintah setempat menata kembali pasar-pasar tradisional yang saat ini tak difungsikan.
Pasalnya, ada beberapa pasar yang telah dibangun, namun tak ada aktivitas perdagangan.
"Ini menjadi catatan sekaligus masukan, dan saran bagi dinas terkait," kata Harton Tapilatu kepada TribunPapuaBarat.com, di Jl Merdeka, Manokwari, Jumat (31/3/2023).
Baca juga: Setelah Temui Dirjen Cipta Karya, Bupati Manokwari: Proyek Pasar Sanggeng Dilelang Pekan Depan
Harton mengapresiasi langkah berani Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari yang merombak total Pasar Sentra Sanggeng.
Hanya saja, Harton mengingatkan pemerintah melalui dinas terkait, juga memperhatikan pasar tradisional.
Sebab, lanjut dia, pasar-pasar tradisional menjadi tempat Mama-mama Papua mencari rezeki untuk kehidupan sehari-hari.
"Faktor ini yang harus diperhatikan. Pemerintah tidak hanya membangun tapi juga bagaimana mengelola pasar-pasar tradisional," ujarnya.
Baca juga: Anak Alm Esau Sesa Cerita Kenangan Pasar Sanggeng, Apresiasi Pemerintah Lakukan Modernisasi
Harton mencontohkan, pasar tradisional yang tidak dimaksimalkan penggunaannya saat ini berada di samping Kantor Lurah Padarni, dan beberapa tempat lainnya.
"Dinas bagaimana mengatur manajemen sehingga mama-mama bisa jualan di dalam pasar," ucapnya.
Menurutnya, sangat mubazir apabila bangunan tersebut tidak dimaksimalkan.
Padahal, pembangunannya menggunakan uang negara.
"Kalau untuk Pasar Borobudur, sangat membahayakan pembeli maupun pedagang. Sebab lokasi berjualan sudah berada di bahu dan badan jalan raya," pungkasnya.
(*)