Dinas Perindagkop dan UKM Kaimana Gelar Pasar Murah, Siapkan 600 Paket Sembako
kedua distrik di Kabupaten Kaimana itu menjadi sasaran pasar murah menjelang Idulfitri karena memiliki banyak kampung berpenduduk muslim.
Penulis: Arfat Jempot | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Plt-Kadis-Peridagkopdan-UKM-Kaimana-M-Husein-Hasanoessi.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, KAIMANA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kabupaten Kaimana menggelar pasar murah di dua distrik di Teluk Arguni, yaitu Distrik Teluk Arguni Bawah dan Teluk Arguni Atas.
Plt Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Kaimana, M Husein Hasanoessi, mengatakan kedua distrik itu menjadi sasaran pasar murah menjelang Idulfitri karena memiliki banyak kampung berpenduduk muslim.
"Teman-teman di bagian teknis sudah jalan sejak 11 April 2023. Jumlahnya ada 600 paket sembako," katanya kepada TribunPapuaBarat.Com di ruang kerjanya, Jumat (14/04/2023).
Menurutnya, 600 paket sembako itu dibagi rata untuk Distrik Teluk Arguni Bawah Distrik Arguni Atas.
"Tiap paket sembako berisi 10 kilogram beras, gula 2 kilo, minyak goreng 2 liter, kopi senang 5 bungkus dan teh celup 2 kotak," kata Husein Hasanoessi.
Baca juga: Pemkot Sorong Gelar Pasar Murah, Tamrin Tajuddin: Upaya Pemerintah Jaga Inflasi Daerah
Untuk kampung muslim di Distrik Teluk Etna seperti Kampung Syawatan dan di Distrik Buruway yaitu Adijaya, Nusaulan dan Karawawi akan mendapatkan jatah pasar murah jelang hari raya Iduladha nanti.
"Distrik Kambrau yang kampungnya rata-rata penduduknya beragama Kristen, akan mendapatkan jatah pasar murah jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru," ujar Husein Hasanoessi.
Demikian juga dengan kampung-kampung berpenduduk Kristen di Distrik Buruway bagian dalam dan Distrik Teluk Etna.
Untuk pasar murah kali ini, ucap Husein Hasanoessi, harga per paket dipatok sebesar Rp 100.000.
Baca juga: Nasdem Papua Barat Sumbang 2 Ton Beras untuk Masjid di Kaimana
Harga ini memang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga di pasaran maupun distributor yang mencapai Rp. 235.000.
Ada selisih sebesar Rp 135.000 yang ditutup oleh subsidi dari pemerintah daerah.
"Saya baru mendapatkan laporan dari bidang teknis bahwa dari hasil penjualan di Distrk Arguni Bawah dan Teluk Arguni Atas, telah terkumpul Rp 60 juta karena paketnya memang ada 600. Nanti jelang Hari Natal dan Tahun Baru, ada 600 paket lagi, maka uang yang terkumpul sebesar Rp 120 juta," ujarnya.
Uang dari hasil pasar murah seluruhnya akan disetor ke kas daerah dan selanjutnya diusulkan lagi untuk digunakan pada program pasar murah pada 2024.