Wisata Papua Barat Daya
Daftar Pulau untuk Menyelam di Raja Ampat, Simak Keindahannya
Berikut beberapa rekomendasi spot untuk menyelam di kawasan wisata Raja Ampat, Papua Barat Daya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pulau-Misool-Raja-Ampat-Papua-Barat-1.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM - Berikut beberapa rekomendasi spot untuk menyelam di kawasan wisata Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Menyelam di Raja Ampat, menjadi pengalaman menarik karena alamnya terkenal dengan kekayaan hayati laut tropis hingga menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia yakni Blue Park, di Lisbon, Portugal.
Bahkan kawasan Raja Ampat menjadi destinasi wisata Papua Barat Daya yang paling tersohor hingga ke mancanegara.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Mulai 3 Jutaan, Cek Budget ke Raja Ampat dari Jakarta
Dengan kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi dengan ditemukannya 1.318 jenis ikan, 699 jenis moluska (hewan lunak) dan 537 jenis hewan karang.
Raja Ampat juga menawarkan alam yang indah dan masih terjaga keasriannya, memanjakan setiap wisatawan yang datang.
Kabupaten Raja Ampat diketahui terdiri dari 610 pulau, termasuk 4 pulau besar yakni Pulau Misool, Salawati, Batanta dan Waigeo.
Berikut TribunPapuaBarat.com rangkum spot menarik di Raja Ampat yang bisa dikunjungi nih:
1. Kepulauan Wayag
Di antara semua Pulau di Raja Ampat, yang paling terkenal dan menjadi ikon di Raja Ampat adalah Kepulauan Wayag.
Raja Ampat, khususnya Kepulauan Wayag menjadi bucket list para pecinta alam di seluruh dunia.
Pemandangan laguna berwarna toska dan pulau-pulau kecil batuan karst menjadi ciri khas yang indah sehingga menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi gugusan pulau ini.
Wayag jadi pulau terjauh dari Raja Ampat, di bagian utara.
Untuk bisa menikmati panorama pemandangan, wisatawan harus menuju puncak bukit dengan jawak tempuh hingga 1 jam mendaki di karang keras.
Wisatawan yang hendak menaiki bukit karang karst ini disarankan memakai sepatu, atau sandal gunung.
Hal ini karena medan karst yang tajam dan bisa berbahaya.
Bawalah barang seperlunya saja atau meminta tolong kru guide.
Meski perjalanan tidak mudah, namun lelah itu terbayarkan dengan pemandangan yang eksotis.
Lalu, ada banyak keindahan pemandangan bawah laut, ikan-ikan berwarna cantik di antara terumbu karang yang mempesona.
Jika beruntung, saat menyelam atau snorkeling, wisatawan bisa bertemu dengan hiu.
Hiu-hiu tersebut juga dapat dijumpai dengan mudah di pinggir pantai.
Para wisatawan yang datang pun dapat mengabadikan momen ketika berenang bersama segerombolan hiu itu.
Opsi lainnya, paddling, yaitu mendayung mengitari antar pulau-pulau kecil sekitar, jadi kegiatan yang mengasyikkan di kawasan Kepulauan Wayag.
Baca juga: Belibur ke Wisata Papua Barat Raja Ampat Perlu Persiapan Matang, Kapan Waktu Terbaik Berkunjung?
2. Pasir Timbul
Lokasinya terletak di dekat pulau Mansuar.
Endapan pasir lepas hasil penghancuran terumbu koral yang tampak pada saat air laut surut di dekat Pulau Mansuar ini merupakan bukti terangkatnya dasar laut yang dapat dilihat pada masa kini.
Pasir berwarna putih berbutir kasar hingga sangat kasar pada situs ini juga banyak mengandung pecahan koral dan cangkang moluska.
Situs warisan geologi ini masuk dalam kategori atau kriteria situs bernilai Nasional dan memiliki nilai yang baik dalam aspek Ilmiah, Pendidikan dan Estetika atau keindahan.
Dalam aspek Ilmiah dan pendidikan, maka warisan geologi ini cocok menjadi laboratorium alam untuk dipelajari dan diteliti sehingga bermanfaat ke generasi yang akan datang. Juga bernilai estetika dengan pasir putihnya yang indah, maka sangat cocok menjadi objek wisata.
Baca juga: Pagoda Sapta Ratna, Wisata Papua Barat Daya yang Tak Boleh Anda Lewatkan saat Mampir di Sorong
3. Pulau Batanta
Pulau Batanta Raja Ampat, selain keindahannya juga memiliki objek menarik dari sisi sejarah.
Perairan dangkal di Pulau Batanta yang bisa jadi tempat untuk menyelam atau snorkeling.
Di kedalaman 4 meter tersebut, menyuguhkan terumbu karang dan jenis-jenis ikan warna-warni, maupun biota laut seperti aneka lobster.
Tak hanya itu, di beberapa spot menyelam bisa dijumpai peninggalan Perang Dunia II seperti bangkai-bangkai pesawat tempur asing yang tenggelam.
Tak cukup sampai di situ, jika beruntung, bisa bersua keluarga Ikan Pari Manta.
Pulau Batanta dihuni 300 penduduk dari Suku Maradan Weser dan Yarweser yang bermukim di Wayman, Yenanas dan Wilebet.
Di beberapa titik perairan yang menjorok satu kilometer dari bibir pantai dimanfaatkan masyarakat untuk budidaya kerang mutiara.
Pulau Batanta juga menjadi bagian ekosistem rawa mangrove seluas 3 hektare, yang juga terdapat puluhan puluhan batang pohon sangat besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun.
Akar-akarnya berukuran sangat besar berdiameter 20-30 sentimeter dan keluar dari batang pohon, mencengkeram permukaan lahan lumpur basah.
Saking besarnya, lengkungan akar bahkan bisa dilewati oleh manusia dewasa.
Pemandangan seperti ini sangat jarang ditemui pada ekosistem hutan mangrove sejenis di tanah air.
Di tengah pulau juga terdapat air terjun setinggi 10 meter yang menjadi tujuan kunjungan wisatawan.
Di Pulau Batanta juga menjadi rumah bagi spesies Anggrek yang telah langka.
Pada Bulan Maret 2022, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berkolaborasi dengan sejawat mereka dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat menemukan 90 koleksi anggek di Pulau Batanta.
BRIN-BBKSDA Papua Barat menemukan anggrek Dendrobium cuneatum yang sebelumnya hanya ditemukan di region Sulawesi dan Maluku saja.
Ada juga temuan anggrek akar Taeniophyllum torricellense yang sebelumnya hanya ditemukan di dua lokasi, yaitu Pulau San Cristobal di Kepulauan Solomon dan Pegunungan Torricelli, Papua Nugini.
Lainnya, ada juga anggrek epifit Dendrobium incumbens yang sebelumnya hanya tercatat berasal dari dua titik lokasi di Papua Nugini, yaitu Distrik Sepik dan Morobe.
4. Pulau Misool
Pulau Misool, jadi wisata Papua Barat di lepas pantai barat utama Papua dan berbatasan langsung dengan Laut Seram.
Pulau Misool lokasinya terdiri dari bukit, hutan lebat juga rawa bakau, lalu di timur dan barat sisi pulau ada labirin batu kapur yang mengarah ke laut lepas.
Keindahannya terlihat juga dengan adanya situs budaya kuno berupa petroglif pada dinding gua di seluruh pulau yang rata-rata berusia sekitar 5.000 tahun.
Pulau seluas 2.034 kilometer (km) persegi ini juga menawarkan keindahan bawah lautnya.
Banyak biota laut yang bisa ditemukan di antaranya, aneka jenis ikan hias, penyu, pari dan karang.
Bahkan jika beruntung, bisa melihat mahluk laut besar melintas, seperti paus.
Ada banyak titik destinasi menarik di Misool, antara lain Goa Keramat, Goa Tengkorak, Telapak Tangan Sumbayo, Puncak Harfat, Yapap, Danau Ubur-Ubur, Pantai Namlol, Puncak Balbulol, lalu ada Danau Karawapop atau yang dikenal sebagai Telaga Love.
Baca juga: Bisa Lewat Jalur Laut hingga Udara, Ini Cara ke Wisata Papua Barat Daya Raja Ampat dari Jakarta
Di Danau Lenmakana Pulau Misool, jadi habitat biota laut cantik, ubur-ubur tak bersengat.
Lokasinya di tengah laut dan terpencil, dikelilingi bebatuan karst berukuran besar.
Untuk menuju ke sana, harus melakukan trek yang bisa dibilang ekstrem karena melalui tebing curam.
Dikutip dari Kompas.com, Danau Lenmakana terisolasi selama ribuan tahun sehingga tak ada predator.
Hal ini membuat ubur-ubur yang hidup mengalami evolisi dan kehilangan sengat yang biasanya dipakai untuk pertahanan diri.
Wisatawan yang di sana bisa snorkeling bersama ubur-ubur tanpa sengat.
5. Batu Wajah di Teluk Kabui
Teluk Kabui berada di wilayah perairan Pulau Waigeo dan dapat ditempuh dari Waisai, Ibu Kota Raja Ampat.
Dari kejauhan, terlihat sebuah batu besar yang menarik perhatian.
Batu tersebut tegak berdiri sendiri dengan tinggi sekitar 15 meter dan warga setempat menamai batu pensil karena bentuknya seperti pensil.
Kapal-kapal kecil bisa merapat di batu tersebut karena telah dibangun dermaga kecil untuk wisatawan yang ingin berfoto lebih dekat dengan batu pensil.
Tak jauh dari batu pensil, ada batu besar lainnya yang dijuluki batu wajah.
Sekilas tampak seperti batu biasa. Namun, setelah dilihat dari arah samping, memang terlihat seperti bentuk wajah dan berhidung mancung.
Baca juga: Ada di Tengah Kota, Ini Daftar Wisata Papua Barat Daya di Kota Sorong yang Mudah Diakses
6. Piaynemo
Lokasi populer lainnya di Raja Ampat adalah Piaynemo.
Piaynemo sendiri memiliki bentuk yang mirip dengan Wayag, namun sedikit lebih kecil.
Di dini wisatawan juga bisa menikmati pemandangan dari atas, melihat hamparan pulau-pulau kecil berwarna hijau di atas laut biru.
Waktu terbaik untuk mendatangi Pianemo adalah di pagi hari.
Jika datang agak siang, panas terik akan terasa sepanjang naik sekitar 320 anak tangga.
Jadi bawalah topi dan kacamata hitam apabila mendaki bukit ini di siang hari.
7. Manta Sandy
Nah, pari manta juga jadi daya tarik wisatawan di Raja Ampat.
Dikutip dari Kompas.com, Manta Sandy merupakan tempat berkumpul, mencari makan, dan membersihkan diri pari manta.
Lokasinya berada di kawasan Selat Dampier ini cukup dekat dari Pulau Arborek, sekitar 15 menit dengan speedboat.
Selat Dampier masuk dalam 5 Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Raja Ampat.
Namun perlu dipahami, wisatawan yang boleh menyelam dalam waktu bersama dibatasi 20 orang saja agar tidak mengganggu kegiatan manta.
8. Star Lagoon/Telaga Bintang
Tempat wisata di Raja Ampat lainnya yang patut dikunjungi adalah Star Lagoon.
Sesuai namanya, tempat wisata ini memiliki laguna indah berbentuk bintang yang sangat cantik.
Keindahan ini hanya bisa dikagumi bagi wisatawan yang mendaki ke curam atas.
Namun di atas sana akan melihat pemandangan menakjubkan, Telaga Bintang yang terbungkus air berwarna Tosca dan perbukitan karang megah yang mengelilinginya.
Baca juga: 9 Hewan Laut Berbahaya di Raja Ampat Wisata Papua Barat Daya, Begini Cara Menghindarinya
9. Desa Arborek
Desa Arborek jadi salah satu detinasi wisata populer dan pernah masuk dalam 50 besar dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.
Wisata yang terletak di Papua Barat ini memiliki luas sektar 7 hektare.
Desa wisata ini terkenal dengan pemandangan alam, laut, ikan-ikan, dan terumbu karangnya yang indah.
Selain itu, ada salah satu yang menarik perhatian para wisatawan.
Laut Arborek dikenal sebagai lokasi persebaran pari manta.
10. Desa Wisata Sawinggrai
Desa Sawinggrai terletak di Distrik Meos Mansa, Raja Ampat, Papua Barat.
Di sini wisatawan bisa menikmati kelincahan burung cenderawasih yang menjadi maskot Papua, menari di habitat aslinya.
Ada empat jenis cenderawasih yang bisa dilihat di Sawinggrai, yakni cenderawasih merah (Paradisaea rubra), cenderawasih belah rotan (Cicinnurus magfinicus), cenderawasih kecil (Paradisaea minor), dan cenderawasih besar (Paradisaea apoda). Dari empat jenis ini, cenderawasih merah menjadi maskot Desa Sawinggrai.
Untuk dapat menikmati tarian cenderawasih tersebut, wisatawan harus rela mendaki bukit Manjai Sawinggrai selama kurang lebih 30 menit.
Atraksi menari ini merupakan ritual kawin burung cenderawasih.
Para pejantan akan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokan bulunya untuk menarik perhatian burung betina.
(TribunPapuaBarat.com)