Berita Olahraga
Pordi Papua Barat Optimis Olahraga Domino Bisa Sebesar Bridge
melalui domino, silaturahmi antar etnis, suku, agama, kelompok dan sebagainya bisa terjalin serta terawat dengan baik.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pordi-pabar.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Pengurus Pordi Papua Barat Optimis olahraga domino bisa sebesar bridge.
Ketua Pengprov Pordi Papua Barat Muhammad Anwar Andi Idrus mengatakan, jika merujuk pada kejuaraan domino yang baru digelar beberapa waktu lalu di Manokwari, bukan tidak mungkin domino bakal sebesar bridge.
Bahkan, sambung pria yang akrab disapa Haji Anwar ini, mengatakan, stigma judi yang melekat di domino pun mulai berangsur hilang.
Baca juga: Roma Megawanty Pasaribu: Turnamen Domino Hilangkan Kesan Judi
Baca juga: Domino Identik dengan Judi, Pordi Papua Barat: Kami Akan Ubah Stigma Itu
"Pasti kami yakin sekali, domino akan menjadi olahraga yang mendunia seperti bridge," kata Anwar dalam siaran persnya yang diterima TribunPapuaBarat.com, Selasa (5/9/2023).
Menurutnya, pada kejuaraan domino beberapa waktu lalu, antusias masyarakat Manokwari untuk berpartisipasi sangat tinggi.
Bahkan, peserta yang ikut dalam pertandingan itu tak hanya dari wilayah Manokwari tetapi beberapa kabupaten tetangga.
"Sekali lagi, kami optimis domino akan diperlombakan dalam iven olahraga nasional maupun internasional. Seperti PON," ujarnya.
Anwar mengungkapkan, domino merupakan olahraga sejuta umat nan murah.
Artinya, melalui domino, silaturahmi antar etnis, suku, agama, kelompok dan sebagainya bisa terjalin serta terawat dengan baik.
"Tidak perlu biaya mahal untuk main domino. Ini olahraga sejuta umat," ucapnya.
Anwar menambahkan, pihaknya bakal terus mensosialisasikan ke masyarakat bahwa domino tidak melulu identik dengan judi.
"Ini juga bagian dari program kami. Bagaimana mengubah stigma judi itu," pungkasnya.
(*)