Kabulog Fakfak Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Beras di Pasaran
"Ini terjadi karena fenomena siklus El Nino yang sedang dialami, termasuk berdampak pada kita di Kabupaten Fakfak," ujar Muhammad Wahyudin
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Kepala-Bulog-Kabulog-Fakfak-Muhammad-Wahyudin.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Meski kenaikan harga beras tak begitu signifikan, Kepala Bulog (Kabulog) Fakfak, Muhammad Wahyudin, membeberkan penyebab utama kenaikan harga itu.
Ia menyebutkan penyebab dari kenaikan harga beras di Fakfak lantaran penurunan produksi.
"Aspek produksi ini, terjadi karena adanya fenomena siklus El Nino yang sedang dialami saat ini, termasuk berdampak pada kita di Fakfak," ujar Muhammad Wahyudin kepada TribunPapuaBarat.com di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Sabtu (14/10/2023).
Ia meminta masyarakat tak khawatir berlebihan karena semua dampak ini telah diprediksi, terkalkulasi dengan baik dan diantisipasi sejak awal 2023.
"Masyarakat Fakfak tak perlu khawatir karena stok kita masih aman dan fenomena ini terjadi di semua daerah, bukan Fakfak saja," katanya.
Baca juga: Respons Kenaikan Harga Beras, Bupati Fakfak Untung Tamsil Minta Warga Perkuat Pangan Lokal
Menurutnya, khusus untuk beras medium hingga saat ini stoknya mencapai 700 ton dan akan didatangkan lagi 1.000 ton dari Kota Sorong, Papua Barat Daya.
"Harga beras medium sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang ditetapkan oleh pemerintah dan dijual Rp 11.800 per kg," ujar Muhammad Wahyudin.
Ia menuturkan kenaikan harga beras pada setiap tahun pasti terjadi.
"Ini tentu juga karena pada akhir-akhir tahun dan awal tahun terutama pada bulan November hingga Februari tidak adanya panen yang dilakukan oleh para petani," katanya.
Baca juga: BI Papua Barat Canangkan Lima Bangga Produk Lokal, Rommy Tamawiwy: Cegah Ketergantungan Beras
Ini bertolak belakang dengan daerah-daerah produsen beras seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur yang baru akan panen pada Maret 2024.
Berdasarkan pantauan TribunPapuaBarat.com di pasaran Fakfak, memang ada kenaikan harga beras.
Khusus beras premium, harga tertingginya dijual Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kg sedangkan untuk di Bulog dijual Rp 14.000 per kg.