Berita Olahraga
28 Atlet Selancar Internasional Bertarung di WSL Manokwari Pro QS 1000
ia mengakui, wisata surfing di Manokwari secara tidak langsung mulai terangkat ke tingkat nasional dan internasional.
Penulis: Marvin Raubaba | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Wsl-mkw.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kejuaraan surfing internasional bertajuk World Surf League (WSL) Manokwari Pro, resmi bergulir di Pantai Petrus Kafiar Amban, Manokwari, Papua Barat, Rabu (29/11/2023).
Ketua Umum Persatuan Selancar Olahraga Indonesia (PSOI) Papua Barat, Theo Oldet menyampaikan, kejuaraan surfing internasional kali ini mempertandingkan tiga kategori under 20'th.
Kategori itu yakni, man, woman serta junior tingkat pro under 20'th.
Baca juga: Desember, Lomba Selancar Ombak Internasional Digelar di Pantai Petrus Kafiar Manokwari
Baca juga: PHRI Dukung Lomba Selancar Ombak Internasional: Jumlah Kamar Hotel dan Penginapan di Manokwari Cukup
28 atlet selancar internasional yang mengikuti even ini.
Mereka berasal dari berbagai negara seperti, Jepang, Australia, Korea, Amerika, United Kingdom (UK), Spanyol dan lainnya.
"Kebanyakan atlet internasional itu dari jepang," kata Theo Oldet.
Disampaikan, untuk even WSL, merupakan yang pertama kali digelar di Manokwari, Papua Barat.
Namun, kata dia, sebelumnya PSOI Papua Barat sudah menggelar International Surfing Competition yang berlangsung di lokasi yang sama pada, Selasa (27/12/2022) lalu.
"Dari ajang pertama, Papua Barat sudah dinyatakan layak untuk menggelar even WSL ini," jelasnya.
Melalui even pertama tersebut, ia mengakui, wisata surfing di Manokwari secara tidak langsung mulai terangkat ke tingkat nasional dan internasional.
Menurutnya, kualitas ombak di Pantai Petrus Kafiar juga telah memenuhi standar para peselancar profesional.
"Sehingga kelas ombak disini sudah cocok untuk menggelar even WSL 2023 kali ini," jelasnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Papua Barat, Neles Dowansiba mengatakan, event ini sebagai ajang promosi wisata Papua Barat lebih khusus di Kabupaten Manokwari.
"Harapan kami dari event ini dapat mengangkat pariwisata di papua barat," ungkapnya.
"Lebih khusus di Kabupaten Manokwari," pungkasnya.
(*)