Berita Fakfak
Geliat Mama-mama Fakfak Olah Buah Pala menjadi Sabun Mandi
Buah pala merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Fakfak yang memiliki banyak manfaat.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Geliat mama-mama di Kabupaten Fakfak Papua Barat di tengah keterbatasan, tetapi pantang menyerah untuk terus berinovasi patut diacungi jempol.
Salah satu inovasi yang dilakukan belum lama ini, yakni kreativitas mengolah pala menjadi sabun mandi.
"Usaha pengolahan sabun pala bermula dari kami mengikuti pelatihan di Hotel Grand Papua Fakfak pada Mei 2021 lalu," kata Ketua Pengolah Sabun Pala Nan Henggi, Yanti Temongmere kepada TribunPapuaBarat.com, di Fakfak, Rabu (29/11/2023).
Baca juga: INOVATIF, Bumkam Tanggekahwang Kampung Brongkendik Olah Buah Pala Jadi Balsem
Baca juga: Kisah Mahdi Mahsyar Bauw, Pemuda Fakfak yang Produksi Parfum Pala, Usung Konsep Brand Identity
Yanti menjelaskan, pala merupakan salah satu komoditi unggulan di Kabupaten Fakfak yang memiliki banyak manfaat.
"Pala ini punya nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat," ucapnya.
Lanjut Yanti, selain bijinya digunakan sebagai rempah-rempah, pala juga dapat diolah dalam bentuk jenis makanan dan minuman.
"Kami di Fakfak telah melakukan pengolahan dari kelompok usaha, baik pembuatan manisan, sirup pala, selai pala, balsem pala maupun dalam bentuk olahan lainnya," rinci Yanti.
Selain itu, yang baru dikembangkan juga buah pala dapat diolah menjadi Sabun Pala.
Dengan adanya pelatihan dari Dinas Perkebunan merupakan awal di mana pihaknya memberanikan diri untuk berwirausaha.
"Dengan adanya pelatihan tersebut, beberapa orang yang tergabung dalam usaha masyarakat asli Fakfak mencoba untuk melakukan olahan buah pala menjadi sabun pala," pungkasnya.
Dikatakan Yanti, itu semua datang dari keinginan dan kerinduan di mana sebagai anak negeri atau nemehmani tidak mau menjadi penonton di negeri sendiri.
"Makanya dengan pelatihan yang telah kami ikuti, maka kami mencoba membuat olahan buah pala menjadi sabun pala," beber Yanti.
Menurutnya, dalam pengolahan buah pala menjadi sabun pala dibutuhkan beberapa bahan yakni minyak kelapa dan lemak pala.
"Sementara untuk jumlah tenaga kerja yang saat ini bekerja pada tempat olahan sabun Pala Nan Henggi sebanyak tujuh orang, yang dapat memproduksi sebanyak lima paket sehari," ujarnya.
Dengan keberadaan tempat olahan Sabun pala nan henggi di Fakfak, Yanti berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Fakfak.
"Terlebih khusus dalam memberikan bantuan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga usaha yang dijalankan oleh pengolah sabun pala nan henggi dapat berjalan dengan baik," pintanya.
Sebab menurutnya, ini merupakan salah satu tempat yang dapat memberikan peluang emas bagi masyarakat Fakfak Papua Barat untuk mendapatkan pekerjaan, sekaligus mampu berwirausaha sendiri.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Sabun-Pala-67.jpg)