Rabu, 20 Mei 2026

Berita Papua Barat

3 Kali Pelepasliaran Hiu Belimbing di Raja Ampat, Prof Charlie: Tingkat Keberhasilan Lumayan Tinggi

ia berharap upaya ini ampuh memulihkan populasi hiu belimbing yang terkenal di antara para penyelam sebagai maskot “surga” bawah laut Raja Ampat.

Tayang:
zoom-inlihat foto 3 Kali Pelepasliaran Hiu Belimbing di Raja Ampat, Prof Charlie: Tingkat Keberhasilan Lumayan Tinggi
Tribunpapuabarat.com//Kresensia Kurniawati Mala Pasa
HIU BELIMBING - Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Papua Barat Profesor Charlie D. Heatubun saat mendemonstrasikan aplikasi DASI BRIDA akronim dari Dashboard Informasi BRIDA di hadapan Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere di Manokwari, Senin (22/1/2024). Salah satu informasi yang dapat diakses masyarakat di DASI BRIDA yakni proyek StAR akronim dari Stegostoma tigrinum Augmentation and Recovery, yakni upaya pemulihan populasi hiu belimbing di perairan Kepulauan Raja Ampat. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Upaya konservasi hiu belimbing (Stegostoma tigrinum) di perairan Raja Ampat, Provinsi Papua Barat Daya mulai menunjukkan hasil yang positif.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat Profesor Charlie D Heatubun mengungkapkan, tiga kali pelepasliaran hiu belimbing di perairan Raja Ampat, menunjukkan tingkat keberhasilan lumayan tinggi.

Sehingga, ia berharap upaya ini ampuh memulihkan populasi hiu belimbing yang terkenal di antara para penyelam sebagai maskot “surga” bawah laut Raja Ampat.

Baca juga: StAR Indonesia Sematkan Nama Charlie Heatubun untuk Anak Hiu Belimbing Jantan yang Pertama Lahir

Baca juga: Begini Cara Pemantauan Dua Anakan Hiu Belimbing yang Dilepasliarkan di Pulau Wayag Raja Ampat

Ia mengatakan, segala informasi mutakhir tentang proyek StAR akronim dari Stegostoma tigrinum Augmentation and Recovery, yakni upaya pemulihan populasi hiu belimbing di perairan Kepulauan Raja Ampat dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi DASI BRIDA.

Aplikasi berbasis website bernama Dashboard Informasi BRIDA, itu resmi diluncurkan Pj Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere, di Manokwari, pada Senin (22/1/2024).

“Kita sudah tiga kali melepasliarkan hiu belimbing di perairan Raja Ampat, di Wayag dan Misool,” ungkap Prof Charlie D. Heatubun.

Ia menjelaslan, hasil studi menunjukkan ada kondisi bertolak belakang terkait perkembangan hiu belimbing.

Di alam, ucapnya, hiu belimbing hampir punah. Namun, di akuarium hiu belimbing sukses berkembang.

Sehingga, model restorasi hiu belimbing yang digunakan yakni mendatangkan telur-telur hiu belimbing dari akuarium di seluruh dunia ke tempat penetasan lokal di Raja Ampat.

Kemudian hiu belimbing yang berhasil menetas, dilepasliarkan di Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat.

Proyek perdana, pada Pada Rabu, (10/8/2022) sebanyak tujuh telur hiu belimbing yang secara genetik sesuai dengan populasi di Raja Ampat tiba di Sorong, Papua Barat Daya.

Menurut dia, kini segala informasi tentang riset dan inovasi yang dikembangkan BRIDA Papua Barat, termasuk proyek StAR yang tersaji dalam aplikasi DASI BRIDA, menunjukkan akuntabilitas dan transparansi.

Terlebih, kata dia, menyangkut keterbukaan anggaran yang dikelola BRIDA Papua Barat kepada masyarakat.

Seperti diketahui, proyek StAR telah dikoordinasikan secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan provinsi, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN).

Upaya ini didukung oleh ReShark, sebuah upaya konservasi internasional yang beranggotakan lebih dari 60 institusi akademik, kebun binatang dan akuarium, lembaga nirlaba, dan lembaga pemerintah yang mendedikasikan untuk memulihkan spesies hiu dan pari di seluruh dunia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved