Berita Manokwari
Pengembangan Bandara Rendani Berlanjut, Bupati Hermus Indou dan Warga Mulai Patok Tanah
Pekerjaan lanjutan meliputi perpanjangan landasan pacu (runway), serta pembangunan jembatan dan alih trase menuju Bandara Rendani.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Bandara-rendani-2024-ok.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Proyek infrastruktur strategis nasional pengembangan Bandar Udara (Bandara) Rendani di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berlanjut pada 2024.
Pekerjaan lanjutan meliputi perpanjangan landasan pacu (runway), serta pembangunan jembatan dan alih trase menuju Bandara Rendani.
Bupati Manokwari Hermus Indou didampingi warga Taman Ria-Rendani bersama-sama mengukur dan memasang patok tanah proyek pembangunan alih trase Jalan Beringin-Bandara Rendani, pada Jumat (2/2/2024).
Baca juga: Kantor Otban Wilayah IX Manokwari Berupaya Menarik Banyak Maskapai ke Bandara Rendani
Baca juga: Pemda Manokwari Sosialisasi Pembangunan Alih Trase Jalan Bandara Rendani kepada Warga Terdampak
Pantauan TribunPapuaBarat.com, Bupati Hermus Indou didampingi lintas pihak terkait, seperti Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat Kementerian PUPR sebagai eksekutor pembangunan jembatan dan alih trase jalan Bandara Rendani.
Ada juga pihak UPBU Rendani, Polsek Rendani, Dandim 1801/Manokwari, PUPR Kabupaten Manokwari dan PUPR Provinsi Papua Barat.
Sementara warga terdampak pembangunan jembatan dan alih trase jalan Bandara Rendani diwakili oleh Daud Indou.
Rombongan Bupati Hermus Indou mengawali dengan menggelar apel di Kafe Coisy Key, berlanjut mengukur dan mematok tanah di Jalan Polisi Tidur 13 sampai di Jalan Pohon Beringin, Taman Ria.
"Semua patok dan juga luasan dari areal yang akan digunakan untuk pembangunan dua infrastruktur strategis ini sudah dipastikan posisinya," ungkap Bupati Manokwari Hermus Indou.
Ia menjelaskan, ada 200 meter yang disiapkan untuk pengembangan Bandara Rendani yang sebelumnya sudah dipatok Bupati Manokwari ke-8 Alm. Demas Mandacan, yang pada hari ditinjau kembali untuk sinkronisasi data.
Sedangkan untuk pembangunan jembatan dan alih trase Bandara Rendani di sisi laut, ditarik sepanjang 15 meter dari runway strips Bandara Rendani.
Sementara total areal yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan dan alih trase Bandara Rendani berkisar 80 meter.
Langkah selanjutnya, kata Hermus, tim dari Universitas Papua sebagai mitra strategis pemerintah akan melanjutkan survei lapangan untuk penyusunan DPPT atau dokumen perencanaan pengadaan tanah.
Hasil DPPT menjadi dasar bagi kantor jasa penilai publik (KJPP) untuk menilai objek bangunan dan tanah dari masyarakat yang terdampak langsung pembangunan infrastruktur pengembangan Bandara Rendani.
"Kami mohon dukungan doa dan restu dari seluruh masyarakat Kabupaten Manokwari untuk rogram strategis pembangunan infrastruktur di Kota Manokwari, terutama pembangunan alih trase dan jembatan yang akan menghubungkan Bandar Udara Rendani," pungkas Bupati Manokwari Hermus Indou.
(*)