Berita Papua Barat
Gembira Dilantik Jadi Anggota MRPB, Wilson Mathias Hegemur: Kami Siap Bahas DPRD Otsus
"MRPB akan fokus dengan agenda ini dalam satu bulan ke depan," jelasnya.
Penulis: R Julaini | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Mathias-Hegemur.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Wakil Menteri Dalam Negeri RI, John Wempi Wetipo melantik empat anggota Majelis Rakyat Papua Barat di sisa periode 2023-2028.
Pelantikan itu ditujukan bagi empat anggota MRPB yakni Joni Inden (Manokwari Selatan), Eduard Orocomna (Teluk Bintuni), Wilson Mathias Hegemur (Fakfak) dan Maria Imaculata Saimar (Katolik).
Pelantikan itu digelar di Aston Niu Hotel Manokwari, Sabtu (23/3/2024) malam.
Baca juga: Sebut MRPB Rumah Besar OAP, Judson Waprak: Mari Duduk dan Bicara
Baca juga: Lantik 4 Anggota MRPB di Manokwari, Wamendagri Minta Maaf Soal Penundaan
Kepada wartawan, Wilson Mathias Hegemur menerangkan rasa syukurnya karena telah dilantik.
"Yang pasti gembira lah. Kita sudah tertunda empat bulan ya walaupun total dari penetapannya pada 22 Juni 2023 itu hitungannya sembilan bulan," kata Wilson, Minggu (24/2/2024).
Ia memperkirakan dirinya dan tiga anggota MRPB lainnya adalah kloter terakhir dari pelantikan MRPB di tanah Papua.
Dengan pelantikan yang sudah dijalaninya tersebut, ia berharap dalam waktu dekat sudah bisa bergabung untuk bekerja bersama 29 anggota MRPB yang dilantik lebih pada November 2023 lalu.
Ia menyatakan bergabungnya dirinya bersama anggota MRPB lainnya untuk segera membahas persiapan pemilihan anggota DPR kabupaten jalur Otonomi Khusus (Otsus).
"Seperti perkataan pak Wamendagri untuk mempersiapkan semua tahapan berkaitan dengan proses rekrutmen calon DPR Otsus," ungkapnya.
Adapun Wilson menyebut hanya Manokwari yang mendapat delapan kursi DPRK Otsus sedangkan kabupaten lainnya mendapatkan masing-masing lima kursi.
Sedangkan kursi DPR Otsus tingkat provinsi berjumlah sembilan.
"MRPB akan fokus dengan agenda ini dalam satu bulan ke depan," jelasnya.
Selain itu, ia menyebut jadwal lain sudah diatur berdasarkan kelompok kerja baik adat, agama maupun perempuan.
Wilson memastikan dirinya siap menyesuaikan secepatnya agenda yang sudah berjalan.
(*)