Mahasiswa Tambrauw di Manokwari Harap Bupati Hasil Pilkada 2024 Prioritaskan Pendidikan
Ia menyebut hasil pendataan tahun lalu, ada 250 mahasiswa Tambrauw yang berkuliah di Kabupaten Manokwari, Papaua Barat
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Septinus-Asiti-diwawancarai-di-asrama-mahasiswa-Tambrauw.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Ketua Ikatan Mahasiswa Tambrauw (IMT) di Manokwari, Septinus Asiti (24), berharap bupati Tambrauw hasil Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2024 memprioritaskan pendidikan.
Menurut mahasiswa semester akhir jurusan Manajemen Sumber Daya Perairan di Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Papua (UNIPA), itu pendidikan mesti jadi tolok ukur pembangunan.
“Yang terpilih menjadi bupati harus memperhatikan pendidikan dan cara mencetak sumber daya manusia Tambrauw,” kata Septinus Asiti di asrama mahasiswa Tambrauw di Kelurahan Amban, Manokwari, Papua Barat, Selasa (16/4/2024).
Ia mengklaim tiap tahun jumlah anak muda dari Tambrauw, Papua Barat Daya, yang melek untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas semakin banyak.
Satu di antara pilihan kota studi yang diminati anak muda Tambrauw adalah Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat.
Baca juga: Longsor di Sekitar Jembatan Wariori, Jalur Manokwari-Tambrauw Nyaris Putus
Menurutnya, Manokwari memiliki daya pikat adalah kehadiran UNIPA, satu di antara universitas unggul di wilayah Indonesia Timur, dan universitas swasta lainnya.
Ia menyebut hasil pendataan tahun lalu, ada 250 mahasiswa Tambrauw yang berkuliah di Manokwari.
Septi di antara mahasiswa itu ada yang mendapat bantuan biaya pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Ada yang tidak dapat KIP, jadi biaya sendiri dari orang tua itu yang saya rasa berat,” ujar Septinus Asiti.
Ia mengatakan, dari 250 mahasiswa Tambrauw di Manokwari, itu hanya 27 mahasiswa yang bisa menikmati fasilitas asrama tanpa dipungut biaya.
Baca juga: IMT Kota Manokwari Soal Pilkada 2024: Saatnya Orang Asli Tambrauw PBD Pimpin Daerah Sendiri
Di Manokwari, ada asrama mahasiswa Tambrauw dengan fasilitas delapan kamar, listrik, dan air. Setiap kamar diisi 2-4 mahasiswa.
Karena keterbatasan ruangan, ucapnya, maka sebagian besar mahasiswa Tambrauw tinggal tersebar di Manokwari.
Untuk itu, ia berharap, asrama mahasiswa Tambrauw di Manokwari kedepannya bisa direnovasi, terutama penambahan kamar.
Pantauan TribunPapuaBarat.com di lokasi, memang ada beberapa pintu dan jendela asrama yang sudah rusak, serta plafon yang bocor.
“Kemarin jalan cor asrama juga saya sendiri yang bikin, mesin air di sumur juga saya. Kita berharap, pemerintah daerah bisa bantu kita,” tuturnya.
“Mahasiswa adalah aset masa depan Kabupaten Tambrauw,” katanya.
Universitas Papua
Septinus Asiti
Ikatan Mahasiswa Tambrauw
mahasiswa Tambrauw
Kabupaten Tambrauw
Papua Barat
UNIPA
| BP3OKP Apresiasi Papua Barat Tertib Administrasi Otsus, Tapi Serapan Anggaran Lelet |
|
|---|
| Film “Pesta Babi” Diputar di Unipa, Angkat Isu Kolonialisme dan Masyarakat Adat |
|
|---|
| Modus Korupsi Proyek Kampus II SMK Kehutanan Manokwari: AGT dan FGK Pakai Tenaga Teknis Palsu |
|
|---|
| OJK Papua Barat Dorong Akses Permodalan Petani dan Pelaku Usaha Pala di Fakfak |
|
|---|
| Pemprov Papua Barat Raker bersama Tujuh Bupati, Bahas Sinergi Pembangunan Daerah |
|
|---|