Mudik Lebaran 2024
Posko Mudik Lebaran 2024 Pelabuhan Manokwari Ditutup, Lonjakan Penumpang Melebihi Kapasitas Terminal
kapal masuk di Pelabuhan Manokwari periode Lebaran 2024 sebanyak 38 kapal atau naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Posko terpadu angkutan laut Lebaran 2024 di Pelabuhan Manokwari, Papua Barat resmi berakhir pada Jumat, (26/4/2024).
Penutupan posko berlangsung di ruang rapat Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Manokwari melibatkan pihak terkait, seperti Pelindo, Pelni, Balai Karantina Kesehatan, BMKG, Basarnas, TNI-Polri, dan Jasa Raharja Manokwari.
Posko terpadu Lebaran 2024 di Pelabuhan Manokwari digelar mulai Senin, (25/3/2024) atau H-15 Lebaran 2024 hingga Jumat, (26/4/2024) atau H+15 Lebaran 2024.
Baca juga: Jadwal Kapal Sabuk Nusantara 91 Bulan April dan Mei 2024: Lalui Rute Surabaya hingga Tanjung Wangi
Baca juga: Jadwal Kapal KM Gunung Dempo Bulan April dan Mei 2024: Terdekat Ada Rute Baubau ke Makassar
Kepala KSOP Kelas IV Manokwari Nurdin Marpaung mengungkapkan, pada mudik Lebaran 2024 terjadi lonjakan penumpang.
Kendati begitu, ucapnya, fasilitas terminal penumpang yang hanya mampu menampung 200 orang tidak dapat mengakomodasi jumlah penumpang yang melonjak.
“Kelebihan penumpang pada terminal, timbul antrean panjang mengakibatkan ketidaknyamanan penumpang,” ujar Nurdin Marpaung.
Ia menjelaskan, kapal masuk di Pelabuhan Manokwari periode Lebaran 2024 sebanyak 38 kapal atau naik 12 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya ada 34 kapal masuk.
Jumlah penumpang naik di Pelabuhan Manokwari terhitung mulai H-15 sampai H+15 tahun 2024 sebanyak 7.389 orang.
Dalam rentang waktu yang sama, penumpang turun di Pelabuhan Manokwari sebanyak 3.996 orang, dan penumpang belum balik sebanyak 3.393 orang.
Kepala KSOP Manokwari mengatakan, embarkasi atau keberangkatan penumpang di Pelabuhan Manokwari sulit karena belum tersedia garbarata, sehingga proses naik ke atas kapal belum efisien.
Embarkasi di Pelabuhan Manokwari juga masih terurai, karena belum ada fasilitas yang menghubungkan terminal dengan ketapang.
“Kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan penumpang terutama saat kondisi hujan, sehingga penumpang basah,” katanya.
Sehingga, ia mendorong, peningkatan kapasitas terminal penumpang dan penambahan fasilitas gerbarata, penambahan bangunan terminal yang terlindung dari cuaca buruk, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.