Berita Manokwari
Pemkab Manokwari Ajak Anak Petani Manfaatkan Beasiswa Kuliah BPDKS, Ini Kuotanya
BPDKS sendiri merupakan badan yang dibentuk Kementerian Keuangan untuk memberdayakan petani sawit di Indonesia.
Penulis: Kresensia Kurniawati Mala Pasa | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/KS-34.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Pemerintah Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat ajak sebanyak mungkin anak petani, memanfaatkan peluang beasiswa kuliah dari Badan Pengelola Dana Kepala Sawit (BPDKS).
Kepala Dinas Pertanian, Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Ketahanan Pangan Manokwari Kukuh Saptoyudo mengatakan, tahun ini BPDKS mengalokasikan kuota beasiswa jalur afirmasi bagi daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) sebanyak 900 anak petani.
BPDKS sendiri merupakan badan yang dibentuk Kementerian Keuangan untuk memberdayakan petani sawit di Indonesia.
Baca juga: Pemkab Mansel Bakal Siapkan Dana Perangsang Bagi Petani Kakao pada 2025
Baca juga: Mahasiswa Maybrat di Manokwari Pertanyakan Asrama dan Beasiswa Studi, Ini Jawaban Dinas Pendidikan
Untuk itu, ucapnya, Dinas Pertanian Manokwari gencar menyosialisasikan beasiswa kuliah BPDKS di daerah-daerah sentra pertanian maupun perkebunan sawit.
“Beberapa bulan terakhir kita rutin melakukan sosialisasi terkait program beasiswa tersebut, apalagi kuota beasiswa untuk daerah 3T cukup banyak,” ungkap Kukuh Saptoyudo diwawancarai di Manokwari, Rabu (8/5/2024).
Menurut dia, Manokwari merupakan daerah yang memiliki banyak perkebunan sawit. Sehingga, beasiswa tersebut dapat dimanfaatkan anak petani di Manokwari untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menyebut, syarat mendapatkan beasiswa tersebut cukup mudah untuk jalur afirmasi.
Peserta haruslah anak petani atau orang tuanya bekerja di perkebunan sawit, dengan batas usia 23 tahun per 24 Mei 2024 serta mendapat rekomendasi dari bupati atau kepala dinas pertanian.
Ia berharap, tahun ini Manokwari bisa menyumbang 100 anak petani penerima beasiswa BPDKS.
“Tapi itu kembali ke keinginan dari masing-masing anak dan orang tua,” tuturnya.
Ia menjelaskan, BPDKS telah bekerjasama dengan 23 perguruan tinggi se Indonesia untuk program beasiswa tersebut. Beasiswa bukan hanya untuk jurusan pertanian saja, tapi terbuka untuk semua jurusan dari D1 hingga S1.
Pada program beasiswa tersebut, BPDKS membiayai semua kebutuhan anak saat menempuh pendidikan, baik transportasi, biaya makan, dan seluruh biaya pendidikan lainnya.
Ia menerangkan, tahun lalu kuota beasiswa kuliah jalur afirmasi daerah 3T ada 600 orang, tetapi hanya ada 87 anak petani yang mendapatkannya karena minimnya pendaftar.
Dari 87 penerima beasiswa BPDKS jalur afirmasi tahun lalu, 20 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Manokwari.
Disebutkannya, di Manokwari sendiri sudah 30 anak lulus kuliah dari program beasiswa tersebut. Tiga orang ada yang langsung direkrut perusahaan sawit dan dua orang sudah menjadi ASN.
“Terakhir saya cek pendaftar tahun ini baru lima anak, karenanya kita gencar sosialisasi. Tahun ini kuota naik jadi 900, sehingga saya harapkan yang mendaftar lebih banyak lagi,” ujarnya.
(*)