Rabu, 3 Juni 2026

Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Gelar Gerakan Pangan Murah

Menurut Lasarus Ullo, fluktuasi harga yang terjadi sekarang ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

Tayang:
zoom-inlihat foto Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Gelar Gerakan Pangan Murah
TribunPapuaBarat.com/Fransiskus Irianto Tiwan
Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat menggelar gerakan pangan murah di Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Rabu (11/9/2024).  

TRIBUNPAPUABARAT.COM,MANOKWARI - Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat menggelar gerakan pangan murah dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflansi. 

Kegiatan ini dilakukan di depan Rumah Sakit Provinsi Papua Barat, Kabupaten Manokwari, Rabu (11/9/2024). 

Kepala Dinas ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo, mengatakan kegiatan pangan murah ini menggunakan dana dekonsentrasi Badan Pangan Nasional (Bapanas). 

"Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat melaksanakan GPM (gerakan pangan murah) delapan kali tahun 2024."

"Untuk kabupaten kegiatan GPM ini dilaksanakan 2 kali saja dalam tahun 2024," kata Lasarus Ullo. 

Baca juga: Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat Pastikan Program Pangan Murah Lebih Banyak Dibanding Tahun Lalu

 

Kabupaten yang baru sekali melaksanakan GPM yaitu kabupaten Fakfak, Kaimana, dan Manokwari.

Daerah yang tidak menggelar gerakan pangan murah adalah Teluk Bintuni, Teluk Wondama, dan Pegunungan Arfak.

Ia juga mengatakan Kabupaten Manokwari Selatan juga belum melaksanakan GPM.

"Akan dilaksanakan oleh Dinas ketahanan Pangan Papua Barat mengacu pada barometer inflasi yaitu Kabupaten Manokwari. Partisipasi dari para distributor terhadap program pemerintah perlu diapresiasi dengan baik," ujar Lasarus Ullo.

Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi sekarang ini sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

"Peran aktif para distributor dalam memasarkan bahan pangan dengan harga yang relatif rendah sangat membantu daya beli masyarakat," kata Lasarus Ullo.

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved