Berita Manokwari
Berebut Pasar Murah di Rumah Gizi Manokwari, Satu Orang Pingsan
"Itu tadi karena terlalu banyak orang, dia jatuh pingsan," kata salah satu warga yang namanya enggan disebutkan.
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Pasar-murah-satu-pingsan.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Satu warga pingsan saat mengantre membeli sembako di Rumah Gizi Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Kamis (19/12/2024).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa tersebut terjadi saat Tim PKK dan Disperindag Papua Barat menggelar pasar murah.
Karena jumlah warga yang sangat banyak, terjadi dorong-mendorong di antara mereka.
Baca juga: Menjelang Nataru, Bulog Gelar Operasi Pasar Murah di Kabupaten Fakfak Papua Barat
Baca juga: Misinformasi, Sejumlah Warga Manokwari Kecewa dengan Pasar Murah Tim PKK dan Disperindag Papua Barat
Sementara pagar yang dibuka tidak terlalu lebar dan yang akhirnya menyebabkan salah satu warga jatuh pingsan.
Saat itu, warga yang berada di kiri, kanan, dan belakang korban langsung menolong dengan cepat.
Mereka mengangkat korban dan membaringkannya di tempat yang aman.
Beberapa orang kemudian memijat bahu, tangan, dan kepala korban untuk membantu proses pemulihan.
Setelah beberapa menit, korban mulai sadar dan bangun.
Warga yang berada ditempat itu memberikan air minum untuk membantu korban pulih kembali.
Beberapa keluarga korban yang berada di lokasi juga membantu dengan mengipas dan mengelap keringat korban.
Menurut salah satu warga yang sempat menyaksikan kejadian tersebut, insiden itu disebabkan oleh terlalu banyak orang yang saling mendorong untuk mendapatkan sembako.
"Itu tadi karena terlalu banyak orang, dia jatuh pingsan," kata salah satu warga yang namanya enggan disebutkan.
Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.
Namun warga berharap, ke depannya pengaturan lebih baik dapat dilakukan untuk menghindari kejadian serupa.
(*)