Rabu, 20 Mei 2026

Berita Manokwari

Berebut Pasar Murah di Rumah Gizi Manokwari, Satu Orang Pingsan

"Itu tadi karena terlalu banyak orang, dia jatuh pingsan," kata salah satu warga yang namanya enggan disebutkan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Berebut Pasar Murah di Rumah Gizi Manokwari, Satu Orang Pingsan
TribunPapuaBarat.com//Matius Pilamo Siep
Satu warga pingsan saat mengantre membeli sembako di Rumah Gizi Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Kamis (19/12/2024). 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Satu warga pingsan saat mengantre membeli sembako di Rumah Gizi Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Manokwari, Papua Barat, Kamis (19/12/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun, peristiwa tersebut terjadi saat Tim PKK dan Disperindag Papua Barat menggelar pasar murah.

Karena jumlah warga yang sangat banyak, terjadi dorong-mendorong di antara mereka.

Baca juga: Menjelang Nataru, Bulog Gelar Operasi Pasar Murah di Kabupaten Fakfak Papua Barat 

Baca juga: Misinformasi, Sejumlah Warga Manokwari Kecewa dengan Pasar Murah Tim PKK dan Disperindag Papua Barat

Sementara pagar yang dibuka tidak terlalu lebar dan yang akhirnya menyebabkan salah satu warga jatuh pingsan.

Saat itu, warga yang berada di kiri, kanan, dan belakang korban langsung menolong dengan cepat. 

Mereka mengangkat korban dan membaringkannya di tempat yang aman.

Beberapa orang kemudian memijat bahu, tangan, dan kepala korban untuk membantu proses pemulihan. 

Setelah beberapa menit, korban mulai sadar dan bangun. 

Warga yang berada ditempat itu memberikan air minum untuk membantu korban pulih kembali. 

Beberapa keluarga korban yang berada di lokasi juga membantu dengan mengipas dan mengelap keringat korban.

Menurut salah satu warga yang sempat menyaksikan kejadian tersebut, insiden itu disebabkan oleh terlalu banyak orang yang saling mendorong untuk mendapatkan sembako. 

"Itu tadi karena terlalu banyak orang, dia jatuh pingsan," kata salah satu warga yang namanya enggan disebutkan.

Pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai insiden tersebut.

Namun warga berharap, ke depannya pengaturan lebih baik dapat dilakukan untuk menghindari kejadian serupa.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved