31 Anak Ikut Sunat Massal Gratis di Manokwari, Program BAZNAS Papua Barat
Dalam khitanan massal itu, Baznas Papua Barat juga memberikan nutrisi bagi anak yang berkhitan.
Penulis: R Julaini | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Suasana-sunatan-massal-yang-digelarBaznas-Papua-Barat.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Papua Barat menggelar khitanan atau sunatan massal.
Sunatan massal itu diperuntukkan bagi anak dari fakir miskin dan kaum dhuafa.
Ketua Baznas Papua Barat, Ali Musthofa, mengatakan khitanan massal tahun ini merupakan kedua kalinya.
"Tahun lalu juga sudah kami gelar," kata Ali Musthofa, Sabtu (28/12/2024).
Ia mengatakan khitanan massal itu merupakan program besar Baznas yakni Papua Barat Sehat.
Baca juga: BAZNAS Papua Barat Salurkan Enam Sapi Sumbangan Masyarakat di Manokwari
Program itu ditujukan Baznas Papua Barat untuk membantu pemerintah.
"Khususnya kepada anak-anak yang sudah waktunya dikhitan (disunat) dari kategori fakir miskin dan kaum dhuafa yang tidak mempunyai biaya untuk menyunat anak mereka," ujar Ali Musthofa.
Ia memastikan anak-anak yang dikhitan pada hari itu masuk kategori gratis atau tidak dipungut biaya.
Ali menyebut setidaknya ada 30-an anak yang mengikuti sunatan massal di Masjid Al Muhajirin Andai, Kabupaten Manokwari, tersebut.
Khitanan mengatakan, ucapnya, adalah satu di antara perintah dalam umat Islam yang harus dijalani.
Dalam khitanan massal itu, Baznas Papua Barat juga memberikan nutrisi bagi anak yang berkhitan.
"Suplemen dan vitamin yang kami berikan untuk membantu supaya mereka cepat sembuh, sehat, dan beraktifitas kembali seperti biasa," katanya.
Baca juga: Bertahap, Ini Jumlah Penyaluran Zakat di Manokwari oleh Baznas Papua Barat
Untuk menjalankan program ini, Baznas Papua Barat menggandeng Boss Sunat dari Sowi III.
Dokter Utama Boss Sunat, dr Benny Novrianto, menilai khitanan massal berlangsung lancara. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan Baznas Papua Barat.
Dr Benny menyebut jumlah ada 31 anak yang menjalani sunat massal gratis kali ini.
"Tidak ada kendala yang berarti dan tidak ada komplikasi yang berat ketika sudah disunat," ujarnya.
Boss Sunat melibatkan tiga orang. Termasuk Benny sebagai dokter, ada satu tenaga medis dan satu tenaga umum. Ditambah tenaga dari Baznas Papua Barat.
Satu anak yang disunat, Muhammad Rizki Al-Faruq (11), mengakui sunat sedikit sakit. I
Ia menyatakan rasa sakit ini sesuai yang pernah ia bayangkan karena mendengarnya dari temannya.
"Saya tidak menangis. Dokternya cuma bilang tahan saja."
"Saya awalnya takut. Karena ada tawaran buat sunat, saya ikut saja," ucap Rizki Al-Faruq.
| BAZNAS Papua Barat Catat Peningkatan Hewan Kurban Menjelang Iduladha 1447 H |
|
|---|
| Bupati Hermus Indou Instruksikan Penataan Kota Manokwari Jelang Pesparawi Nasional |
|
|---|
| Bupati Hermus Indou Lepas 88 Jemaah Calon Haji, Titip Doa untuk Kedamaian Manokwari |
|
|---|
| Bupati Hermus Resmikan Empat Posyandu, Perkuat Akses Kesehatan Warga Manokwari |
|
|---|
| Keamanan Pengunjung Pantai Pasir Putih Terjamin, Pos Wisata Mulai Dibangun |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.