Berita Fakfak
Pedagang di Fakfak Papua Barat Harap Segera Pindah ke Pasar Thumburuni
Ia membeberkan, selama 4 tahun sejak menempati Pasar Kelapa II Fakfak Papua Barat tersebut pendapatan sangat minim.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/pasar-thmri.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pedagang Pasar Sementara Kelapa II Fakfak mengeluhkan kondisi pasar yang panas.
Pedagang pun berharap, segera dipindahkan ke Pasar Thumburuni.
"Kami sebagai masyarakat kecil hanya bisa berharap bisa dipindahkan kembali ke Pasar Thumburuni karena di sini kondisinya panas," kata salah satu pedagang di Pasar Kelapa II Fakfak, Alex kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak Papua Barat, Jumat (17/1/2025).
Baca juga: Untung Tamsil Sambangi Kementerian PUPR, Dorong Realisasi Penyelesaian Pasar Thumburuni Fakfak
Baca juga: Gagal Diresmikan 2024, Ini Update Progres Pengerjaan Pasar Thumburuni Fakfak
Alex mengatakan, selain panas, daya beli masyarakat Fakfak di Pasar Kelapa II dinilai minum dibandingkan saat mereka berjualan atau berdagang di Pasar Rakyat Thumburuni.
"Makanya kami berharap Pasar Rakyat Thumburuni bisa segera diresmikan tahun 2025, karena kami mendapatkan informasi Insha Allah setelah lebaran sudah bisa pindah ke pasar baru," harapnya.
Kemudian, pernah juga para pedagang di Pasar Kelapa II terkena banjir rob karena posisi lokasi pasar tersebut berdekatan dengan area perairan.
Ia membeberkan, selama 4 tahun sejak menempati Pasar Kelapa II Fakfak Papua Barat tersebut pendapatan sangat minim.
"Apalagi kami juga ada ambil kredit, anak sekolah dan keluarga sakit misalnya pokoknya kan beragak kondisi yang dialami jadi kami harap sekali Pasar Rakyat Thumburuni bisa segera diresmikan dan kami bisa ditempatkan di sana," katanya.
Ia membandingkan, jikalau di Pasar Thumburuni semua pedagang terpusat pada satu titik sehingga lebih memantik pembeli untuk berbelanja.
Lelaki yang telah merantau ke Kabupaten Fakfak sejak 2004 tersebut, mengakui ekonomi Fakfak lesu selama 5 tahun terakhir.
"Saya kira bukan hanya kami pedagang yang merasakannya, sejak Pasar Thumburuni kebakaran saat rusuh tahun 2019 itu kan semua merasakan dampak, baik itu kami pedagang, para sopir angkutan, tukang ojek dan lainnya," beber Alex.
Meskipun demikian, pihaknya tetap bersyukur karena mempunyai tempat sementara untuk berjualan.
"Kami intinya hanya bisa berharap karena kami ini orang kecil, tetap bersabar saja," ucapnya.
(*)