Berita Manokwari
Dinas Pendidikan Manokwari Bakal Tambah SMAN, Ini Penjelasan Recky Risamasu
Namun, Recky menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan kajian lebih lanjut.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/RR-25.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepala Bidang (Kabid) SMA/SMK Dinas Pendidikan Manokwari Recky Risamasu mengungkapkan, pihaknya berencana menambah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN).
Rencana ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya lulusan SMP di Kota Injil yang semakin meningkat.
"Kami sedang merencanakan penambahan satu SMAN baru di Manokwari. Saat ini kami akan berkoordinasi dengan bupati terkait lokasi pembangunan sekolah baru tersebut. Kami juga akan memastikan posisinya strategis agar persiapan dapat dilakukan dengan baik," kata Recky Risamasu, Rabu (22/1/2025).
Baca juga: Polda Papua Barat Buka Seleksi SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Berikut Persyaratannya
Baca juga: 3000 Pelajar di Kaimana Akan Jalani Ujicoba Program Makan Bergizi Gratis
Ia mengungkapkan, lokasi yang menjadi fokus utama untuk pembangunan SMAN baru adalah Amban atau Soribo.
Lanjut Recky, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk memastikan seluruh fasilitas dan rencana pembangunan sekolah.
"Kami juga mendapat informasi bahwa beberapa sekolah yayasan akan membuka SMA baru seperti di Sowi dan Arfai. Namun, untuk SMAN baru, kami prioritaskan di Amban," ungkapnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga tengah mempertimbangkan pembukaan SMA unggulan di daerah Pantura.
SMA sambung Recky, difokuskan pada pembinaan disiplin dan kepemimpinan siswa, khususnya di wilayah yang jauh dari perkotaan.
Namun, Recky menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan kajian lebih lanjut.
"Selama ini, SMAN di Manokwari hanya ada tiga, yaitu SMAN 1, 2, dan 3. Sementara jumlah SMP terus bertambah, sehingga kebutuhan akan SMA negeri semakin mendesak. Kami berencana membuka dua hingga tiga SMAN baru di Manokwari kedepannya," tuturnya.
Recky menyadari, pentingnya sinergi antara pemerintah dan sekolah-sekolah swasta.
Menurutnya, meski sekolah swasta berpotensi menjawab kebutuhan pendidikan, apresiasi dan animo masyarakat terhadap sekolah negeri masih lebih tinggi.
"Saya sering memberikan pemahaman kepada yayasan yang mengelola sekolah agar proaktif dalam memajukan sekolah binaannya. Pemerintah sudah memberikan perhatian merata, tinggal bagaimana pihak swasta mampu meningkatkan kualitas dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut," ucapnya.
Recky berharap, rencana ini dapat memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat serta menciptakan pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi pelajar di Kabupaten Manokwari.
(*)