Pemprov Papua Barat Agendakan Khitanan Massal di Fakfak
Ia menyebut anggaran untuk khitanan massal ini bersumber dari Pemprov Papua Barat melalui hibah.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Tarsisius Sutomonaio
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Khitanan-massal-yang-diselenggarakan-oleh-MUI-Manokwari-di-Masjid-Ridwanul-Bahri.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat mengagendakan khitanan massal di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Targetnya, 13 anak laki-laki disunat.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Khitanan dan Nikah Massal Kabupaten Fakfak, Sulaiman Ifinubun, kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Sabtu (15/2/2025).
"Ini merupakan agenda khitanan massal yang ke-7 kali di Kabupaten Fakfak," ujarnya.
Sulaiman mengatakan khitanan massal nanti bertempat di Sekretariat Rumah Perubahan, Wagom, Distrik Pariwari.
"Kami targetkan, Insyaallah 10 sampai 15 anak laki-laki, khususnya anak-anak tidak mampu di Kabupaten Fakfak," katanya.
Baca juga: Syukuran Pelantikan DPR Papua Barat di Fakfak, Saleh Siknun Launching Khitanan Massal
Ia menyebut anggaran untuk khitanan massal ini bersumber dari Pemprov Papua Barat melalui hibah.
"Sejauh ini sudah yang terdaftar ada 10 orang, paling tinggi anak laki-laki usia 8 tahun," kata Sulaiman Ifinubun.
Ia berharap Pemkab Fakfak bisa mendukung program-program semacam ini ke depannya.
Selama ini, kami menemukan banyak kendala di lapangan seperti pasutri yang sudah menikah, tapi belum memiliki buku nikah," ujar Sulaiman Ifinubun.
Khusus untuk program nikah massal, ada kerja sama dengan ormas-ormas untuk menginventaris pasutri yang belum memiliki buku nikah.
Sejak tahun 2020, panitia telah menggelar khitanan massal bagi lebih dari 200 anak laki-laki di Kabupaten Fakfak.
| Kanwil Kemenkum Papua Barat Fasilitasi Harmonisasi Raperda bersama DPR PB |
|
|---|
| Dukungan Mengalir, Fransiskus Tanuardus Tampil di Bursa Caketum KONI Papua Barat |
|
|---|
| Perencanaan Pembangunan Teluk Bintuni 2027 Gunakan Sistem Terintegrasi |
|
|---|
| Agustinus Orosomna Desak Pemda Buat Kebijakan Nyata untuk OAP: "Jangan Hanya di Atas Kertas" |
|
|---|
| Respons Kebutuhan OAP di Tengah Kenaikan BBM, Judson Waprak Dorong Regulasi BLT Otsus |
|
|---|