Berita Manokwari
Fredrik Noriwari: Pemadaman Listrik di Manokwari Bersifat Emergency
Ia berharap dalam 1-2 hari ke depan, sistem kelistrikan dapat kembali normal sehingga layanan kepada pelanggan berjalan seperti biasa.
Penulis: Fransiskus Irianto Tiwan | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/FN-25.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (MUP3) PLN Manokwari, Fredrik Noriwari, menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah di Manokwari bersifat darurat (emergency).
Menurutnya, pemadaman disebabkan adanya gangguan pada salah satu mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) serta terputusnya sistem dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Conch.
Kendati demikian, Fredrik mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya mengatasi gangguan tersebut sejak Selasa (18/2/2025) hingga hari ini.
Baca juga: PLN Fakfak Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Luar Jadwal Pemeliharaan
Baca juga: Forum Warga Terdampak Pembangunan SUTT PLN Amban Sampaikan Aspirasi ke Yorrys Raweyai
"Kami berharap kondisi kelistrikan dapat kembali stabil pada sore hari ini. Untuk sementara, kami melakukan pemadaman secara bergilir. Kami juga berharap aktivitas masyarakat, perkantoran, maupun sekolah tidak terganggu karena pemadaman akan lebih banyak dilakukan di sore hari," kata Fredrik saat diwawancarai wartawan, Rabu (19/2/2025).
Fredrik menegaskan bahwa pemadaman ini bukanlah hal yang disengaja, melainkan kondisi darurat yang di luar kendali.
Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Ia berharap dalam 1-2 hari ke depan, sistem kelistrikan dapat kembali normal sehingga layanan kepada pelanggan berjalan seperti biasa.
Terkait adanya keluhan dari masyarakat, Fredrik menjelaskan bahwa pihak PLN terus berkomunikasi melalui telepon serta memberikan penjelasan langsung kepada pelanggan yang datang ke kantor PLN.
Selain itu, PLN Manokwari juga aktif memperbarui informasi melalui grup media komunikasi khusus yang melibatkan pelanggan. Meski tidak semua pelanggan tergabung dalam grup tersebut, diharapkan informasi tetap tersampaikan kepada masyarakat melalui anggota grup sebagai perpanjangan informasi.
Fredrik juga mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dengan mengunduh aplikasi PLN Mobile di ponsel Android mereka.
Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat memperoleh informasi terkini terkait gangguan listrik, serta menyampaikan keluhan yang akan ditindaklanjuti dengan cepat oleh pihak PLN.
(*)