Berita Manokwari
Misa Rabu Abu, Romo Antonius: Awal Masa Prapaskah dan Seruan Pertobatan Umat Katolik
Ia berharap agar setiap umat yang menghadiri misa dapat pulang dengan niat untuk bertobat dan memperbaiki diri
Penulis: Matius Pilamo Siep | Editor: Libertus Manik Allo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuabarat/foto/bank/originals/Romo-401i.jpg)
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Gereja ST Thomas Aquinas Amban Manokwari, mengadakan misa Rabu Abu sebagai awal masa prapaskah, sebuah periode pertobatan sebelum merayakan Paskah.
Romo Antonius Kurniawan Diputra, CM, menjelaskan bahwa tradisi Rabu Abu adalah bagian dari tradisi panjang gereja Katolik, yang mengajak umat untuk menjalani masa prapaskah selama 40 hari dengan pantang dan berpuasa.
"Masa prapaskah itu dimulai dengan hari Rabu Abu, saat itu umat menerima Abu di dahi yang menandakan bahwa manusia itu berasal dari Abu dan akan kembali menjadi abu,"ucap Romo Antonius saat diwawancarai TribunPapuaBarat.com di Amban, Manokwari, Papua Barat, Rabu (5/3/2025).
Baca juga: Mahasiswa Katolik Rayakan HUT ke-40 Tahun Asrama Villanova Manokwari
Baca juga: KWI dan Pemuda Katolik Datangi Sejumlah Organisasi Kepemudaan Lintas Agama
Hal ini bertujuan untuk mengenang pengorbanan Yesus Kristus di padang gurun dan pertobatan umat katolik untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
Romo Antonius menegaskan bahwa Rabu Abu bukan hanya sebuah ritual atau ceremonial, tetapi merupakan tanda pertobatan yang harus dimulai dari hati masing-masing individu.
Ia berharap agar setiap umat yang menghadiri misa dapat pulang dengan niat untuk bertobat dan memperbaiki diri dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Roma Antonius mengatakan ada beberapa persiapan yang akan diadakan yaitu aksi amplop APP, ibadah Jalan Salib dan pendalaman APP.
"Semuanya ini sebagai sarana yang membantu kita untuk semakin dekat dengan Tuhan dan sesama di dalam kehidupan kita sehari-hari," ujarnya.
Lebih lanjut, Roma menyampaikan beberapa minggu menjelang pekan Suci akan diadakan persiapan khusus, berkaitan dengan rangkaian acara pekan suci.
"Selama masa prapaskah, umat Katolik diharapkan bertobat melalui berbagai cara, seperti puasa, pantang, dan kegiatan keagamaan lainnya,"pungkasnya
(*)