Selasa, 21 April 2026

Berita Papua Barat

BI Papua Barat Sediakan Rp 461 Miliar, Ada Pasar Murah dan 10 Titik Penukaran Uang 

Sonaji menjelaskan, bahwa kegiatan SERAMBI 2025 masih berlangsung hingga tanggal 27 Maret 2025 dimana dalam pelaksanaannya BI mengusung tiga pilar

Tayang:
zoom-inlihat foto BI Papua Barat Sediakan Rp 461 Miliar, Ada Pasar Murah dan 10 Titik Penukaran Uang 
Humas bank indonesia
BANK INDONESIA - Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Sonaji, memberikan sambutan pada Kick Off SERAMBI 2025 di Manokwari belum lama ini. 

9TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Papua Barat berkomitmen untuk terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dan stabilitas harga pangan selama Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2025. 

Komitmen diungkapkan Deputi Kepala Perwakilan BI Papua Barat, Sonaji, bahwa BI Papua Barat mempersiapkan uang layak edar (ULE) dalam jumlah yang cukup yakni Rp 461 miliar selama Ramadan hingga Idulfitri 2025. 

"ULE yang disiapkan sebesar Rp 461 miliar merupakan 154 persen dari total kebutuhan dari yang diproyeksikan sebesar Rp 299 miliar," kata Sonaji melalui siaran pers kepada media di Manokwari, Sabtu (8/3/2025). 

Baca juga: Program Sosial Bank Indonesia Papua Barat Dukung Pariwisata Bahari Manokwari dan Kado Natal 2023

Baca juga: Gemar Papeda Kemenag Papua Barat Dapat Dukungan dari Bank Indonesia

Ia mengatakan, BI Papua Barat juga secara resmi telah melaksanakan Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri atau (SERAMBI) 2025 yang digelar pada 5 Maret 2025 lalu. 

"Kick Off SERAMBI 2025 kita laksanakan bersamaan dengan dibukanya Pasar Murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah antisipatif dalam mengendalikan inflasi kelompok pangan (volatile food) akibat peningkatan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri," ujarnya. 

Selain menggunakan uang tunai, lanjut Sonaji, masyarakat juga dapat memanfaatkan transaksi digital untuk berbagai kebutuhan pembayaran melalui QRIS, mobile banking, internet banking, dan BI-FAST untuk berbagai kebutuhan pembayaran.

Sonaji menjelaskan, bahwa kegiatan SERAMBI 2025 masih berlangsung hingga tanggal 27 Maret 2025 dimana dalam pelaksanaannya BI mengusung tiga pilar utama, yaitu: 

(1) Kecukupan Ketahanan Kas dengan memastikan jumlah dan pecahan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.

(2) Layanan Kas kepada Masyarakat melalui layanan penukaran uang di 10 titik jaringan kantor bank yang tersebar di seluruh wilayah Papua Barat

(3) Edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, yang akan difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengenali, merawat, dan menghargai uang Rupiah. 

"Edukasi ini mengusung tema Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah, dengan mengajak masyarakat menerapkan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang)," sebutnya. 

Bahkan untuk mengenali keaslian dan menjaga kualitas uang Rupiah masyarakat juga diajak menerapkan 5J yaitu, Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi.

"Sebagai bentuk inovasi dalam penyediaan layanan penukaran uang, BI juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses melalui https://pintar.bi.go.id," katanya menjelaskan. 

Ia menambahkan, bahwa terkait dengan pelaksanaan Pasar Murah, akan diperluas ke berbagai titik di Provinsi Papua Barat sebagai langkah mitigasi terhadap lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan dan Idulfitri.

Hal ini sejalan dengan komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga pangan di Papua Barat.

"Komoditas yang dipasarkan (murah) meliputi komoditas sembako utama yang dibutuhkan masyarakat seperti beras, gula, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan telur ayam," ujarnya. 

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved